Selasa, 08 Maret 2011

"tentang pengakuan"

aku mengenalmu sedari kecil , dan aku menciptakan anak-anak cinta sedari kecil pula, , ,
aku memelihara hingga waktu menyulap kaidah cinta menjadi cerita dewasa, dimana setiap detak nafas asmaranya melahirkan ketulusan dari pemahaman dan kesabaran, cinta yang ku tuju adalah hasratmu, jika ungkapan senja tentang rasa yang mendewasa di hatiku tak dapat kau pahami, maka dengarkanlah pernyataan dari lidahku yang jauh dari dusta dan mataku yang takan berpura-pura.

" sesungguhnya aku telah menciptakan harapan-harapan untuk aku perdengarkan pada semesta, sungguh sang adam engkaulah jiwa yang ku tuju semenjak masa silam hingga saat ini, seperti hukum-hukum tuhan, cinta yang tersurat dalam darahku begitu kuat dan takan mudah terhapuskan, entah betapa aku begitu tak peduli jika hatimu mengabaikan pengakuanku, aku tetap takan beranjak dari kedua pandanganku, karena kaidah cinta dalam gairah asmaraku terus menggauli akal sehatku, kekasih mimpiku sungguh hasratku ingin menyentuh tempatmu, jemariku ingin menggenggam kedua telapak tanganmu, mungkin sejenak dapat redamkan rinduku, dan tubuhku ingin menyentuh ketidakberdayaanmu, agar aku dapat menguasai seluruh kehidupanmu, sungguh betapa aku sangat tidak peduli jika engkau benar-benar melupakanku, karena aku adalah kesabaran tuhan yang akan senantiasa mengingatkanmu akan aku sejak dulu hingga saat ini, menjadi satu-satunya cinta suci yang tak terkotori sang dusta, sejenak aku ingin kau mempercayai aku, agar perkataanku tak menjadi usang dalam daun telingamu, meskipun hadir dan takdirku bukan yang engkau pinta dalam sujudmu, dengarkan lagi sesungguhnya cintaku terlahir tanpa ku pinta, ku jaga tanpa pamrih di hadapan tuhan, semua tercipta dari kehendak yang tak pernah terduga, maka harapan-harapan yang aku kumpulkan terlahir pula dari sebuah keihlasan tanpa paksaan, jika anak-anak cintaku tak tersampaikan dalam asmaramu, maka masih senantiasa aku tetap menjaga keberadaannya, kelak jika disekelilingmu, mereka yang terpilih hatimu beranjak pergi meninggalkanmu, membuat engkau terluka, maka berbaliklah kebelakang, akan selalu ada aku yang masih seperti dulu, tanpa perubahan meski waktu menyulap tahun dan zaman, akan selalu ada aku yang membawa sepiring kasih suci untuk kau nikmati dalam makanmu sepanjang waktu, ini adalah janjiku pada kekasih mimpiku, dan ku sebut adalah engkau cinta beliaku. "



Tidak ada komentar:

Posting Komentar