Selasa, 08 Maret 2011

"tentang pengakuan"

aku mengenalmu sedari kecil , dan aku menciptakan anak-anak cinta sedari kecil pula, , ,
aku memelihara hingga waktu menyulap kaidah cinta menjadi cerita dewasa, dimana setiap detak nafas asmaranya melahirkan ketulusan dari pemahaman dan kesabaran, cinta yang ku tuju adalah hasratmu, jika ungkapan senja tentang rasa yang mendewasa di hatiku tak dapat kau pahami, maka dengarkanlah pernyataan dari lidahku yang jauh dari dusta dan mataku yang takan berpura-pura.

" sesungguhnya aku telah menciptakan harapan-harapan untuk aku perdengarkan pada semesta, sungguh sang adam engkaulah jiwa yang ku tuju semenjak masa silam hingga saat ini, seperti hukum-hukum tuhan, cinta yang tersurat dalam darahku begitu kuat dan takan mudah terhapuskan, entah betapa aku begitu tak peduli jika hatimu mengabaikan pengakuanku, aku tetap takan beranjak dari kedua pandanganku, karena kaidah cinta dalam gairah asmaraku terus menggauli akal sehatku, kekasih mimpiku sungguh hasratku ingin menyentuh tempatmu, jemariku ingin menggenggam kedua telapak tanganmu, mungkin sejenak dapat redamkan rinduku, dan tubuhku ingin menyentuh ketidakberdayaanmu, agar aku dapat menguasai seluruh kehidupanmu, sungguh betapa aku sangat tidak peduli jika engkau benar-benar melupakanku, karena aku adalah kesabaran tuhan yang akan senantiasa mengingatkanmu akan aku sejak dulu hingga saat ini, menjadi satu-satunya cinta suci yang tak terkotori sang dusta, sejenak aku ingin kau mempercayai aku, agar perkataanku tak menjadi usang dalam daun telingamu, meskipun hadir dan takdirku bukan yang engkau pinta dalam sujudmu, dengarkan lagi sesungguhnya cintaku terlahir tanpa ku pinta, ku jaga tanpa pamrih di hadapan tuhan, semua tercipta dari kehendak yang tak pernah terduga, maka harapan-harapan yang aku kumpulkan terlahir pula dari sebuah keihlasan tanpa paksaan, jika anak-anak cintaku tak tersampaikan dalam asmaramu, maka masih senantiasa aku tetap menjaga keberadaannya, kelak jika disekelilingmu, mereka yang terpilih hatimu beranjak pergi meninggalkanmu, membuat engkau terluka, maka berbaliklah kebelakang, akan selalu ada aku yang masih seperti dulu, tanpa perubahan meski waktu menyulap tahun dan zaman, akan selalu ada aku yang membawa sepiring kasih suci untuk kau nikmati dalam makanmu sepanjang waktu, ini adalah janjiku pada kekasih mimpiku, dan ku sebut adalah engkau cinta beliaku. "



Minggu, 27 Februari 2011

"TENTANG HIDUP DALAM NALARKU"

sebuah pemahaman ku tanam dalam pendirian,ini adalah berbicara tentang kehidupan yang alurnya hanya dalam kebisuan
.
kehidupan adalah rahim bagi anak-anak kesengsaraan,kebahagiaan,kebingungan,ketergesaan,dan suatu pelajaran adalah ibu terbaik bagi sebuah perjalanan.
sang khalifah hanya tokoh utama bagi sang pemilik nyawa,memainkan semua peran drama bagi panggung sandiwara sebuah cerita yang panjang dan nyata.

khalifah yang angkuh,yang terlena oleh sang keangkuhan yang memanjakannya oleh seribu kerlipan berlian,semua risalah dan hukum-hukum dunia ia hapuskan sendiri oleh tangan penjilat,dan  norma-norma alam ia abaikan oleh cibiran yang keji dan tak bermoral di hati sang fakir, ia hanya memadukan sendiri dirinya di kelompok khalifah-khalifah penting di mata dunia, dan berseteru dengan pemilik-pemilik gedung pencakar langit, intan berlian, emas perak, dan gubuk-gubuik megah, tak ingin rasanya ia menoleh ke hamparan dunia bagian bawah di mana kehidupan yang tak adil berseteru dengan jasad-jasad yang membujur kaku.



khalifah yang sederhana, hanya bergelut dalam sandang pangan yang mencukupi perut-perut rakus anak,istri,dan dirinya sendiri, hati yang lembut dan ibanya melambung menatap kolong-kolong langit tempat dimana mayat-mayat hidup berbalut kulit kering dan air mata,menyaksikan penjajahan dunia yang berdiri di bawah kaki sang pemimpin yang mengaku penuh kasih dan peduli, hanya angan-angan semu yang ada dalam jiwa sang khalifah sederhana untuk menyisihkan sebiji nasi untuk di bagi,sementara anggota keluarganya mengirit untuk kehidupan selanjutnya.



khalifah yang fakir, hanya bersanda gurau dengan kehidupan yang menyayat batin mereka, membiarkannya berseteru dan berteman baik dengan suka cita dalam nestapa, angan dan harap ia buang jauh kerena melihat dunia yang berada di genggaman pemilik gubuk-gubuk megah, menyakini bahawa tak ada keadilan dalam kehidupan yang memaksa mereka untuk bertemu dengan hari esok lagi dan lagi, sementara tak ada bekal di atas meja usang, hanya piring-piring bersih tak ternoda sedikitpun oleh biji-biji nasi suci, semua pertanyaan mengarah pada sang pemilik nyawa, namun jawaban yang membisu ia terjemahkan dalam artian yang nyata, "bersabar dalam mencoba" harus berrapa lama lagi ? sementara suara yang terdengar hanya tangisan lebut sang istri,dan jerit perih anak-anak yang haru, memenggil lebih keras lagi dan mengatakan " ayah, apakah aku sudah boleh makan hari ini ? kemarin ayah mengatakan belum saat nya, apakah hari ini ayah akan mengatakannya lagi ? mengapa hanya untuk mqkan saja harus menunggu waktu ? sementara di luar sana mereka dapat memilih makanan apapun dan memakannya tanpa menunggu waktu",mendengar perkataan yang perih itu  mungkin hatinya mengerutu lebih keras dari sebelumnya,  mengingat anak dan istri seperti sekarat dalam ruang yang beralas tanah dan langit-langit luas, sementara perut-perut mereka sudah tak bersabar dan murka membuat beribu-ribu virus dan penyakit menyetubuhi raganya, sementara tak ada daya untuk merubah, dengan air mata dan suara senyap sambil menyaksikan satu persatu anggota kelurganya pergi meninggalkan dunia menuju rumah tuhan dengan kulit kering tanpa daging, semua pemahaman bagi ia hanya kerangaka penyesalan mengapa tak dapat seperti mereka, semua kebencian dalam pengandaian sudah ia lontarkan dan perdengarkan pada alam semesta, sementara tak ada yang terubah sedikitpun oleh nya, hanya menunggu waktu sang pemilik nyawa untuk menyebutkan namanya, mempertemukan lagi ia bersama keluarganya, di tempat yang semuanya sama, di rumah tuhan dan seribu khaliah terbaik.




stuktur kehidupan ini mengapa harus berbeda ? mengapa harus ada yang terbuang oleh waktu dengan cara yang nista ?
sementara yang angkuh tatap berjaya, berseteru dengan sang kaya raya, merayakan kematian sang fakir dengan anggur-anggur kemegahan di atas altar merah yang mahal, sementara pilar-pilar iman takkokoh di hati mereka ?


tak ada iba , tak ada haru , semua omong kosong bukan ? di hati sang fakir ? dari bibir sang pemimpin !!
lihat di belahan dunia lain wahai sang pemilik gubuk-gubuk megah yang angkuh !! lihat oleh iman mu !
betapa berserakan anak-anak yang riang tanpa dosa berlari dengan bekal hampa tanpa berseteru dengan ilmu, sementara beberapa keluarga disana menunggu datangnya sandang pangan sisa dari bibir-bibirmu yang engkau beli dan tak selera denga lidah mu, kau buang dan kau singkirkan dari mejamu tanpa memikirkan mereka belum mampu sepertimu !

mana sang pemimpin yang di hati sang fakir di agungkan ? yang di jadikan satu-satunya penolong untuk hari esoknya ?



HANYA OMONG KOSONG !! bagaimana janji yang  mereka umbar di atas meja besar di depan dunia ? apa hanya kepalsuan yang tersembunyi di mimik-mimik bijak dan peduli ?? bagaimana hari esok bagi sang fakir ? apa akan ada nafas yang tersisa ? jika dunia meyekap nafas mereka oleh janji-janji yang mendusta ?






Kamis, 24 Februari 2011

"kaidah cinta"

aku menenggelamkan gairah sukacita di atas genangan samudra kebebasan
membiarkannya tenggelam hingga dalam dan menembus batasan waktu
membawanya jauh dari angan dan harapan
hingga belati-belati perih terbawa tenggelam dalam gulungan sang samudra

kekasih . .
aku memberanikan asmaraku tercabik-cabik masa lalu yang semesta telah ketahui kehancurannya
tidakkah engkau mengenang sebait luka yang engkau tanamkan dalam butiran air mata ini
lihatlah dalam kesadaranmu
semua telah menjadi bindang dan tumbuh dewasa
dalam berbagai pemahaman,hingga nalarku semakin membabibutakan hatiku
aku telah menjadi padang kesunyian karena engkau tinggalkan
dan dengan kesederhanaanku ku coba tuk hapuskan
meskipun aroma nya masih tercium pekat
namun ku coba membalur kembali dengan kebahagiaan yang ku ciptakan dalam keterbatasanku
dalam ketidaktahuanmu,dalam ketidakpedulianmu ku merintih dalam pilu,menahun ku benamkan rindu serta angan yang ingin memelukmu,dan tubuhku yang ingin memilikimu.

selama engkau menciptakan perih dalam kehidupan yang ku genggam
selama itu pula ku ciptakan asmara yang semakin memenuhi seluruh galaksi birahi
membuatnya semakin kuat dan suci
aku dalam nafasku . . 
selalu menjaga kaidah cinta yang ku tulis dalam hukum-hukum syurgawi
dan aku telah bersumpah dengan menggenggam tangan tuhan
dan berkata dalam kesadaran serta kesungguhan
"sungguh atas nama tuhan,aku mencintai sang adam atas anugrah dan sejatinya cintaku hanyalah kepada pemilik nyawaku,saat ini aku telah berani meluaskan kasih asmara yang suci pada namanya atas kehendak dan takdir di atas kain hidupku,maka kesakitan apapun akan aku terima dan merubah semua menjadi secangkir kebahagiaan dan kepuasan dalam bibirku,seberapa lamapun ketentuan tuhan untuk aku mencintaimu, maka aku akan mencintaimu, seberapapun perih dan letihnya takdir tuhan hingga air mata ini tak tertahan karena tindakannya, maka aku masih tetap akan mencintainya, kesungguhanku takan terubah oleh apapun yang ada di dunia ini., kecuali jika nafas tuihan menghentikan aliran cinta ini"

kekasih
betapa dengan kesungguhanku ku katakan aku mencintaimu
tak tersentuhkah hatimu meratap di sisiku ?
sungguh seberapa sering kau menghindar dariku
sesering itu aku akan terus mengikuti derap langkahmu
dalam ketidaktahuanmu aku akan terus di sisimu, , ,
karena naluri selalu resah bila hari ini aku tak menatapmu
kekasih 
tak apa jika bukan aku yang kau damba dalam takdirmu
dan bukan aku yang kau inginkan hadirnya
seberapa dalam luka yang kau tanamkan
sedalam itu pula dalamnya kaidah cintaku

karena
"aku mencintaimu karena ibadahku,dan kesakitanku karena bukti kasih sayang tuhan terhadapku,aku tak pernah mengerti anugrah yang tuhan takdirkan dalam waktuku akan seindah ini bila kesakitan itu tak mengunjungi kesunyianku,maka kesakitan apapun akan aku terima dalam senyumanku"

maaf kekasih karena tuhan telah memilihkan engkau  untuk ku cintai :')

Rabu, 23 Februari 2011

"untuk langit dari jiwa"

untuk langit dari jiwa
ketika sepotong senja setengah terlelap dari tirainya
untuk langit dari jiwa
ketika sang aurora memancarkan keindahannya
di belahan dunia bagian utara
di antara pandangan kita

untuk langit dari jiwa

ketika bidadari tuhan tlah membasuh tubuh nya
membersihkan dari kelabu awan
dan menjadikan langit laksana biru laut yang dalam
dengan lengkungan pelangi bak dermaga keindahan

untuk langit dari jiwa

ketika seekor camar mengepak sayapnya untuk yang kesekian kali
mengumpulkan dahan-dahan ilalang liar
untuk mereka jadikan rebahan malam
dan terjaga dari malam-malam yang menyongsong tajam

untuk langit dari jiwa

ketika keterasingan ku terlelap terlelah
dan ketika jemari liar tuhan merangkai mimpi indah
dan cahaya bintang semburkan keindahan
di balik kusut malam dan dingin nafas kehidupan

untuk langit dari jiwa

ketika aku terhanyut di antara gundukan waktu
yang menyandra waktu senggangku
dan mematikan kesadaraan ku
membuat keindahan biru mu terabaikan oleh keangkuhanku

untuk langit dari jiwa

ketika hujan memadamkan api di antara jiwaku
dan menjadikannnya padam
membuat ruang di antara rusuk-rusuk ku gelap pudar
seperti malam yang berjaya ketika aku tersadar saat ini
membuka kembali kedua bola mataku
dan mengembalikan kesadaranku

unutk langit dari jiwa

kini ku nanti di antara pemujamu
bola matahari yang meyongsong kembali
menghanyutkan malam di tempat perapihannya
meyaksikan bagai mana siang hari menebarkan keindahan nya
dan angin pagi menebarkan aroma rumput-rumput basah
menyapa jiwaku yg telah terbngun dari mimpi

dan menanti untuk secangkir kehangatan matahari

yang akan membelai tubuh keterasinganku
memanggil kembali seutas senyum dengan biru langitmu
kemudian merangai kata sejati di antara kanvas-kanvas gumpalan awan putih
semua untuk langit dari jiwa :)

"nyanyian hujan"

lirih kerapuhanku memanja di antara kaca-kaca kemelut sanubari
beringsut ke arah perapihan seperti sepotong senja mengangkat kaki dan leyap tenggelam pergi
seperti aku yang tengah berpilin di atas tempat tidur dan memandang bagaimana tuhan menangis karena aku terluka .
dan mengalirkan air suci di balik cakrawala melintasi nirwana tertinggi dimana kebahagiaan abadi tersembunyi .
kini waktu semakin singkat ku rasa di antara kata dan syair yang panjang ketika malam menjabarkan tentang kau kekasihku . .
dan alurnya seperti perih yang bersimfoni keheningan,terasa ketika gemercik air hujan menyentuh muka malam . .
menemani ketika aku menelusuri sepanjang cahaya malam di antara jalan-jalan pecundang ketika aku di tinggalkan .

kini nyanyian hujan adalah simbol kegagalanku,ketika aku berikan penuh secangkir kepercayaan di antara jemari-jemari lukaku . .

untuk aku persembahkan di antara hatimu . .
namun kasih kau torehkan benih-benih luka untuk menjadi sekokoh belati penderitaan yang akan tumbuh di jiwa ku
tanpa kau pedulikan betapa deras air yang mengalir di antara pipiku .
sedetikpun tak kau hiraukan untuk senyumku .

dan saat ini aku tlah bercumbu dengan perihku

berperang dengan waktu yang menghakimi perasaanku
dan mendapati kembali kemerdekaanku seperti yang lalu ketika aku tersenyum lepas dengan tanpa adanya kau kekasihku
namun nyata aku hanya kosong di antara ruangku yang terpenuhi karenamu
hingga mengalahkan beribu debu yang mengotori hari ku
kau seperti itu kekasihku
terlalu kuat bayangmu terlukis dalam kanvas jiwa ku
sejauh apapun ku bawa raga untuk tak menatapmu dan sedalam apapun ku tenggelamkan hatiku darimu kau tetap takan pernah terganti .

seperti nyanyian hujan yang membawamu tinggal di hati ini .

seperti sepotong senja yang memikatkan parasmu dalam ilusi ini .
dan seperti secangkir kehangatan mentari yang mengikat kerinduan ini

kau nyanyian hujan dalam simfoni penderitaan abadi .

" surat untuk sang adam dari wanita kedua "

"kekasihhh ku apa kau cinta aku seperti kau cinta mamamu ?"

aku adalah bennag kusut dari sutra yang terbuang,dan kau sulam menjadi satu rajutan terindah yang mendandani ragaku,sekarang iba kah kau bila kau hancurkan kembali rajutan yang kau rangkai sendiri dengan cintamu ? dan ibakah kau melihat aku telanjang bulat dalam ketidak berdayaan karena kau tinggalkan.

dan sekarang aku telah menjadi seperti itu kekasihku

dimana suaramu yang slalu ku dengar ketika nafasmu menyentuh telingaku dan mengatakan " aku menyayangimu",masih adakah setitik kehangatan di antara kekeringan hatimu untuk kau oleskan di antara keningku ?


kekasih sanggupkah kau melihat aku yang terpoyong-poyong membawa secangkir kasih sayang untuk ku buang di jurang keterasingan karena kau abaikan ? sementara dulu kau meminta dengan lembut seluruh kasih sayang ku sebelum kau kembalikan padaku kemudian kau abaikan bagai tak pernah mengenalku !!


masihkah kau merasa tak malu menyebutkan dirimu sebagai imam hati para wanita yang menangis karenamu ?

atau kau sebutkan dirimu bagai pelindung yang kokoh di antara jiwa-jiwa sang hawa yang lemah ?
jika kau benarkan tafsiran tentang kau maka kau tak berbeda dengan keledai bodoh yang menghalalkan segala hal tanpa cara yang benar

dan. . .

masihkah kau bersujud di bawah kaki ibumu dan memohon ampun ketika kau membuatnnya terluka karena dosamu ??
kemudian kau memperbaiki setiap tingkah dan ucapmu hingga membuat seutas senyum kembali menari di antara ujung bibirnya !!
masihkah kekasihku ???
jika kau membenarkan kembali tafsiran itu
maka mengapa kau tak bersujud kepada sang hawa yang menyempurnakan hidupmu setelah menjadi wanita kedua setelah ibumu ?
ketika kau menyakiti hati sang hawa yang jiwanya penuh kelemahan itu ?
kau hanya meninggalkan luka di antara genggaman tangannya yang lembut kemudian pergi tanpa satu kata yang mampu menenangkan jiwa nya meskipun kata "maaf" itupun sulit menggetarkan bibirmu.

lelakiku kau picik bukan ??

dengarkan apa bedanya aku dan ibumu ?
aku yang pernah kau cintai untuk sementara atau bahakan selamanya dan entah bagaimana,sementara ibumu yang kau beri cinta untuk selamanya.
dan kami berdua yang memberimu cinta dengan ketulusan dan menyantuni kau dengan kasih sayang yang lebih padamu.
tapi mengapa kau tinggalkan wanita kedua seperti aku setelah kau puaskan hasratmu ?
sementara kau lakukan yang terbaik untuk ibumu,mengatakan jutaan kali bahwa kau mencintainya,sementara tanpa kau sadari aku akan menjadi seorang ibu,dan kau akan menjadi seorang ayah,maka iba kah kau jika ibu mu seperti aku yang tersakiti oleh seorang lelaki seperti kau?
dan saat ini hati sang hawa seperti aku yang telah tersaikti dengan tingkahmu yang membuat cinta berada dalam keterasingan yang hampa.

lelakiku apa bedanya kau dengan seorang pecundang ?

jika kau meninggalkan wanita kedua setelah kau puaskan hsratmu hanya karena kau takut cinta itu mengalahkanmu ?
sementara telah tergambar jelas bahwa sang hawa telah sering terkalahkan oleh cinta tapi ia tetap tegar walau menangis,mencoba menanti ciinta yang akan menyambut kembali.
sementara anda sang lelaki yang menyebutkan diri anda sebagai seorang imam bagai pelindung,lebih memilih menghilang dan mencari tempat yang lain yang bisa kau kalahkan cintanya.
tanpa kau sadari kau akan selalu kalah,karena cinta seorang wanita sama dengan cinta seorang ibu kepada anaknya jika seorang lelaki menyayangi wanitanya sama seperti ia menyayangi ibu nya.

maka para sang hawa yang hatinya saat ini terluka,percayalah cinta kita akan mengalahkan mereka yang membuat kita menitihkan air mata karena dosa yang mereka buat kepada kita :)

“ Tentang Kenangan “

Aku masih berayun di bawah lonceng-lonceng cemara
Memandang dua bukit tertinggi di antara dundukan awan hitam
Yang bersembunyi di balik embun-embun pagi

Kini ku rasa pagi begitu ramah menyapa

Menebarkan kehangatan bagi jiwa-jiwa yang nakal
Di atas perapihan tempat tidurnya
Membelai dengan wangi-wangian pagi
Untuk memanjakan waktu-waktu yang letih terpakai
Ketia para jiwa mulai mencari daging-daging hidup dan memangsanya
Kemudaian menjadikannya berhala untuk mereka pandangi ketika waktu senggang

Kini matahari suci telah meninggikan raganya

Menghidupkan kembali birahi-birahi dari roh-roh yang mati
Dan kehangatannya menggetarkan setiap jiwa yang sedang mencumbu para dawai-dawai tuhan
Memasuki kedalaman pesonanya
Dan mulai memanjakan setiap hasrat-hasrat yang murka

Sama seperti aku keaksihku

Yang tersentuh bayangmu
Menari bersama rohmu
Kemudian menyanyikan lagu kebahagiaan bersama anak-anak peri yang gaib
Dan rasakan wangi aroma rumput gersang bagai membelai panca indraku
Menghanyutkanku di kedalaman jiwamu
Menyaksikan bersama ketika bola matahari kian beringsut dari porosnya
Menghitamkan pori-pori dari gumpalan-gumpalan awan
Yang membuat dunia menjadi belahan bagian timur
Bagai mengantarkan senja di tempat peristirahatannya
Dan ku sandarkan hatiku di antara dekap bayangmu kekasihku
Berharap ruangmu terbuka untuk lelahku

Cumbui aku kekasihku

Karena kau telah menggolakan kembali birahi-biarahi dari hasrat yang mati
Kemudian mari kita menatap bersama bagaimana keindahan sang aurora di belahan kutub utara
Dan mari kita mulai melukis tentang cerita cinta kita ketika kita masih bersama-sama hingga saat ini
Meskipun ragamu telah ada di antara malaikat-malaikat kematian
Dan hanya tinggal seoonggoh kenangan yang menyisa di antara waktu yang ku tau
Kemudian sesekali ku putar rekaman cerita bahagia kita
Dengan simfoni-simfoni dari bulir-bulir kenangan yang tersisa dalm nostalgia kita , ,

" Tangisan Hati sang ETHIOPIA "

Aku kini menjadi negara yang kosong kering
menjadi seorang ibu yang tertinggal anak-anak air yang riuh
dan menjadi tanah yang angkuh ketika menyapa sang hujan
dan kini enggan datang menghampiri lagi

aku kini hanya tanggal sendiri

ribuan bahkan jutaan ladangku yang hijau menjadi padang pasir yang tak guna
air mata pun surut layak sungai yang kering tak bergenang air
setiap langkah bagai menatap fatamorgana yang berkedip merayu
membawa kami dalam kematian menggenaskan
setiap jejak bagai terbakar matahari yang membara

sodara ku disana

ibakah kau melihat kami yang tertinggal disini ?
mencoba bersahabat dengan perut-perut kami ketika kami berbaris panjang untk mendapatkan sesuap nasi ketika ada yang peduli . .
dan menahan krisis pangan di kota kami yang tak kunjung berakhir . .
sodaraku . .
lihat kami . .
satu persatu hingga jutaan anggota keluarga kami pergi dan telah rata oleh tanah kering
sodaraku . . .
ibakah kau ketika kami telah berbalut kulit tanpa daging yang menyelimuti tubuh kami
dan suara yang tak nyaring karena kering mengikat pita suara yang dulu bersimfoni merdu

sodaraku . .

pernahkah kau seperti kami ?
yang menangis tanpa air mata menatap kota tempat kami besar menjadi kota mati ?
bertanya setiap malam pada langit hitam bagaimana ini terjadi dan hingga kapan beringsut seperti matahari dan senja yang berpilin
dan kapankah hujan yang 25 tahun silam mengguyur tubuh kami akan datang lagi ?
untuk menafkahio ladang dan anak-anak kami yang setiap detik menanti .
namun malam hanya diam tanpa senyum rembulan

kami beranjak dan bertanya pada burung yang tengah membenahi tempat peristirahatannya

jika esok kau akan merantau jauh melintasi kota ini
maka kami ingin kau sampaikan pada tentangga kami dan sodara kami
bahwa kami telah menikmati bencana yang tengah memanjakan hari-hari kami
dan kota ini telah menelan beberapa anggota keluarga kami
karena kekeringan dan kemiskinan di antara kehidupan kami

wahai sang burung . .

jika kau kembali
beri kami seteguk air dari cangkir sodara-sodaraku yang iba terhadap kami
untuk kami teteskan di ladang kami dan anak-anak kami
agar mereka tak mati seperti ayah dan ibu kami
dan biarkan aku yang mati karena itu

wahai sang burung

jika kau lekas pergi lagi
bawalah sebungkus tanah dari kota ini
dan kau perlihatkan pada mereka
agar mereka menikmati tanah kami yang telah mati kering ini

dan jika kau telah kembali

maka berikanlah kami sedikit pangan dan sandang untuk kami olah menjadi makanan layak untuk anak-anak kami yang telah menahan lapar berhari-hari
berikanlah kepada kami setitik kehangatan kepeduliaan dari sodara-saodara kami untuk kami suguhkan kepada jiwa-jiwa kami yang terasingi

kemudian kami meminta kepada bintang dan kekasihnya

agar beranjak bersembunyi di balik awan
dan kepada sang angin yang menyentuh kulit kami
agar menyatukan gumpalan-gumpalan awan hitam dan menempatkan di atas kota kami
hingga menjadi pori-pori hitam dan meneteskan air kehangatan tuhan
tapi enggan mereka lakukan
seolah tuli tak mendengar kami
dan seolah buta tak dapat menatap ketidakberdayaan kami

sodaraku .

segala upaya telah kami lakukan
tapi apa daya segala cara hanya semakin membuat kami dalam kematian
kini hanya tangan-tangan kehangatan dari anda untuk kami
yang kami butuhkan untuk kota kami dan kehidupan kami
beri sedikit air jika kau iba terhadap kami
dan jika kau seorang sodaraku yang angkuh maka berikan lah kami setetes air liur anda untuk kami telan karena kami sangat haus akan itu
dan jika kau sodaraku yang peduli terhadap kami
maka menangislah untuk kami dan kamii akan menyimpan tangan-tangan kami di bawah pipi-pipi anda wahai sodaraku
dan kami akan mengumpulkan air mata itu untuk menjadi sumber air bagi kami

sungguh kami begitu menikmati yang tuhan beri hingga kami tak pergi dan tetap tinggal disini

meskipun kami telah kehilangan berjuta-juta anak-anak dan orangtua kami
kami tetap tinggal
dan tak beranjak karena kami cinta

wahai sodaraku

datang dan kunjungilah kami ketika waktu panen anda di mulai
dan berilah kami sebungkus kepedulian untuk memperlambat kematian kami
sodaraku
peluklah kami yang dalam keterasingan terkunci dalam ketidakberdayaan ini dengan sayap-sayap malaikat anda wahai sodaraku
dan dengar kan kami
jika kami yang tua ini telah awal meninggalkan kota ini
maka menjadi ibu dan ayah lah untuk anak-anak kami
dan menjadi malaikatlah untuk kota kami
karena kami begitu mengharap uluran tangan anda wahai sodara kami.

sodaraku .

bangunlah dalam tidur panjang mu
tinggalkanlah sejenak kenikmatan yang memanjakan waktumu untuk kami
kemudian mari bermain dengan kami
di atas tubuh sodara-sodara kami yag terbenam tanah yang kering di kota kami
dan berlarilah bersama kami membawa kecemasan dan kemiskinan yang mengikat penat kami
karena kami ingin coba lupakan sejenak kesengsaraan,dan ingin menjadi seperti anda . .
kerana kami adlah anak-anak yang riang di kota kami ETHIOPIA

" Jangan Benci aku karena aku TUA "

jangan benci aku karena aku tua
jangan tinggalkan aku karena kau menganggap aku hanya beban
jangan pisahkan aku dengan rumahku
karena kau menganggap aku akan merepotkan
jangan abaikan aku karena aku tua
dan jangan membangkang padaku karena aku tak kuat marah

anakku . .
lihat aku yang tengah tua .
mungkin umurku telah di ujung kematian . .
dan ragaku telah rapuh termakan masa muda

anakku . .
tetap disisiku dalam setiap detik hariku .
jangan tinggalkan aku .
karena aku tak ingin pergi tanpa menatapmu . .

anakku . .
jangan benci padaku ketika aku tak kuat lagi berjalan . .
melainkan papahlah aku menuju tempat yang aku inginkan . .
dengan kasih sayang mu . .
dan ingatlah ketika kau masih kecil dan aku mengajarkan mu berjalan . .
mencoba memegang tangan mu dan mulai berjinjit . .
dengan sabar aku lakukan bekali-kali tanpa memarahimu . .

anakku . .
jangan memarahiku ketika aku tak dapat membaca . .
karena mata ku sudah tak dapat melihat jelas lagi
melainkan bacakanlah ketika aku ingin mengetahui kabar hari ini lewat koran pagi . .
dan jangan benci padaku . .
ingatlah ketika kau masih kecil dan aku mengajarkan mu membaca .
mencoba menuntunmu setiap huruf demi huruf dan angka demi angka
tanpa lelah dan bosan aku menjadi ibu dan guru bagimu . .

anakku . .
jangan benci terhadapku .
ketika aku lupa akan sesuatu karena aku telah pikun dan sangat tua . .
melainkan tolong ingatkan aku ketika aku ingin mengingat sesuatu . .
dan ingatlah ketika kau masih kecil .
dan aku mengingatkan mu akan hal yang baik dan buruk bagimu .
dengan lembut aku coba menyampaikan dengan tanpa menyinggung perasaanmu

anakku jangan bosan terhadapku
ketika aku memintamu untuk melakukan yang aku tak bisa
karena ingat lah aku sudah tua dan tak seperti dulu lagi
jangan pisahkan aku dengan kehangatan yang aku miliki dulu sampai saat ini
jangan asingkan aku di tempat yang tak ku kenal dan penuh dengan manusia tua seperti aku
karena aku dan suami ku yang membangun rumah ini dengan penuh suka cita . .
dan kau yang menyempurnakan kehangatan ini . .

anakku , . .
jangan merasa malu mengakui aku sebagai ibumu
karena aku sudah tua dan tak secantik masa muda
jangan pula kau lupa akan aku yang melahirkan mu
menahan setengah mati untuk membuat mu hidup
tanpa pamrih setelah perih aku menafkahimu dengan kasih sayang
tanpa meminta nyawamu menggantikan perjuanganku

anakku .
jangan lelah terhadapku . .
ketika aku sudah mulai tuli dan tak dapat mendengar lagi
maka tuntun aku dengan bahasa mu .
agar aku dapat memahami semuanya . .
dan ingatlah ketika kau masih kecil dan aku membisikanmu beribu kata sayang dan menuntunmu untuk dapat mengatakan "ibu" . .

anakku . .
jangan kau abaikan aku dan kau tinggalkan sendiri di kamar kecil yang kumuh
karena aku hanya ingin menghabiskan sisa umurku dengan bersamamu
bukan harta atau benda dan makanan layak yang mengelilingiku
aku hanya ingin dengan mu bersamamu anakku . .
jangan beranjak pergi meninggalkan aku yang tua ..
ketika kau berlibur bersama keluargamu sendiri
ajaklah aku .
karena aku ingin mengenang masa dulu ketika aku mengajakmu berlibur . .

anakku .
jangan marah ketika aku menumpahkan air minum di meja makan
dan memecahkan cangkir kesayanganmu . .
karena aku sudah tua dan tubuhku tak dapat menompang lebih lama lagi .
dan jangan pula kau memarahiku ketika aku berjalan lebih lama darimu . .
bersabarlah untukku. .
dan ingatlah ketika kau masih kecil saat kau memecahkan mangkuk sop mu dan aku bersihkan puing-puing nya agar kau tak terluka .
dan aku tersenyum tanpa memarahimu . .

Anakku jangan marah terhadapku . .
Ketika aku meminta kau untuk membelikan ku sesuatu yang aku mau . .
Dengan sedikit uang kau . .
Jangan berkata tidak ada untukku . .
Karena ingatlah waktu kau masih kecil merengek di hadapanku memintaku untuk membelikan kau mainan dan permen . .
Dengan iba aku membelikan nya dengan uang yang ku bagi untuk makan kita . .

anakku .
sayangi aku seperti aku menyayngimu
karena aku tidak sekuat dulu
dan aku tak secantik dulu
dan jangan pernah kau mengabaikanku . .
jangan pula kau membenci aku karena aku sudah menjadi tua :')


' cinta dalam doa '

kekasih dalam dunia . .
Telah tergores namamu dalam nadiku . .
Terlukis pula parasmu dalam hatiku . . .
Dan tuhan telah menghantarkan bayangmu dalam dimensiku . .
Subhanallah . . .
Aku mengagumimu . . .
Hati dan rasa ini bergemuruh memujamu . . .
Hati dalam sukmaku bertasbihkan namamu . . .

Kekasih dalam dunia . .
Raga yang mempesona . .
Yang mampu membiaskan cahaya surga . .
Aku menatap tuhan dalam dirimu . . .
Memuja asmanya dengan mencintaimu . . .
Simfoni doaku dalam butiran-butiran tasbih . .
Mengantarkan pintaku pada langit tertinggi . .
Mengharap ragamu untuk dapat meminang hati ini . . .
Lewat risalah yang tuhan beri lewat mimpi . . .
Dan aku gerakkan dengan gairah yang ber'arak dalam sanubari . .
Kekasih dalam dunia telah ku semaikan benih-benih cinta di antara ladangmu . .
Telah ku ayak pula sang hasrat dari tangan pemuja setan . . .
Hingga semua telah menjadi suci dalam kebenaran . . .
Dan aku telah siap dengan secangkir ketulusan untuk aku suguhkan dan kau minum ketika dahaga mulai menghadang . . .

Kekasih dalam dunia . .
Tatap aku dengan pandangan keingintahuanmu. . .
Sentuh sukmaku yang telah sedingin ajal ketika bertasbih namamu . .
Kemudian jadilah api bagi suluh jiwaku . . .
Temui aku dalam pengembaraanmu . . .

Kekasih dalam dunia
aku telah lama menanti kebersamaanku . . .
Bersimpuh di hamparan sejadahku . . .
Menopang air mataku ketika menengadah di depanmu . . .

Kekasihku . . .
Aku mencintaimu karena tuhan . . .
Dan anak-anak hasrat dari rahim setan telah aku bersihkan dengan kesungguhanku. . .
Maka sepotong cinta yang hangat telah ku bakar dengan api ketulusan . .
Dan telah ku persembahkan untukmu . .
Dan rasa suka cita telah ku arak bersama awak kapal dan telah ku buang di samudra kebebasan . .
Maka dari itu bicaralah tentang kesungguhaku . .
Tentang kebenaran itu tanpa takut menyakitiku
karena aku mengerti,kau bukan hakim dalam prosa kehidupan ini . .
Dan aku tetap mencintaimu karenanya
dan aku melihat surga di matamu.

'TENTANG KEMATIAN II'

kematian adalah kebisuan yang meraja
ketika simfoni yang bertasbih tak dapat di ucap
kematian adalah anak-anak dari masa silam
yang akan menidurkan raga dalam alas hitam kecoklatan
menjadikan tubuh yg mengigil membiru tanpa seorang teman kehangatan.
Kematian adalah akhir dari segala penderitaan tanpa sebab
yang mericuh mengusik ketenangan sukma
kematian adalah dia sang penagih nyawa
menawan raga dengan sejuta belati nestapa
menarik nafas dan hentikan denyut nadi
membuat raga menjadi biru memar tanpa darah
kematian adalah aku
yang hidup dalam keterasingan
tak terlihat jelas meskipun melingkar di antaranya
kematian ada kobaran cahaya cintaku
yang padam tertiup angin musim keangkuhan mu
kematian adalah aku
yang membisu tanpa dapat mengatakan 'aku menyayangimu dan menjadilah obor bagi jiwaku'
namun kematian adalah aku
yang terpaku terkubur dalam kindung-kindung kesukadukaan abadi.

''Idul fitri untuk AYAH''

allahhuakbar,allahhuakbar,allahhuakbar . .
Semua nafas bergema asmanya
melantunkan nada-nada indah dalam lisan
terlukis pula goresan-goresan simfoni bahagia dalam hari kemenangan
namun siluet di upuk barat masih sayup dalam dekap sang senja
dan jingga yg berbalut emas menutupi aurat raga yg tak berhelai benang
yah . . Itu seperti gundukan rindu di atas kertas cakrawala yang tersurat lewat nada-nada islam
untuk aku sampaikan pada imam yang entah dimana persinggahan nya
ya. . dia seorang ayah yang sudah 13 tahun silam tak ku ratap hadirnya
yang telah ku cari di sudut-sudut dunia raganya namun tak kunjung padam api rindu dalam gejolak asaku

ayah . .
Sebulan memanja ku rasakan hadirmu dalam rumah yang kau wariskan untuk ku
dan saat ini sebulan itu tlah beringsut
dan ku tau kau akan bergegas dari rinduku
ayah . .
Tinggalkan sepiring kenangan tentangmu . .
Karna mataku telah menjadi buta akan ceritamu
dan telingaku telah menjadi tuli akan suaramu
tinggalkanlah di atas meja masa yang akan datang
untuk aku nikmati ketika aku ingin mengenang . .
Jangan khawatir aku akan terluka ayah . .
Karena kenangan itu akan ku bungkus dan ku bawa jauh bersama awak kapal usangku menuju samudra kehilafan dan ketidakpedulian . . .
Akan ku tinggalkan pula rasa suka cita yang berkarat di jantungku dengan teman ketergesaanku . . .

Ayah tlah ku rangkai dengan cintai
idul fitri untuk mu dan aku . .
Untuk kita dan mereka nikmati bersama kerinduan kita di singgasana yang takan terebut di bahtera syurga ketika aku tlah menyimpan nafas di tangan ilahi,dan aku pergi bersamamu menghantarkan cita-cita pada kenyataannya karna aku begintu mendamba bersamamu,dan segenggam buah tangan yang ku bawa dari dunia untukmu . .
Bersurat idul fitri untuk mu AYAH.

" TENTANG KEMATIAN "

ketika langit tak bermentari dan sang hujan mulai membasahi
kehampaan itu menyantuni . .
kemudian badai kesengsaraan mulai menerpa dengan nafas kematian..
menyetubuhi ragaku dan melepas roh ku
merampas ajalku menagih nafasku
semua ku tinggalkan dengan jeritku . .
segala kenangan yang sempat menghidupkanku . .
kini aku sebatang kara . .
bergaun putih dan ber aroma kematian . .
alas perapihanku pun sebidang tanah basah dan temanku kesedihan .
selusin perhiasan ku wariskan tanpa membawa sekotak emas . .
dan aku hanya berhiaskan kedinginan yang membiru di ragaku . .
dan lagu yang biasa ku dengarkan mengubah masa menjadi sealbum doa dan keheningan
pemandangan yang pernah ku nikmati . .
ketika ajal menyetubuhinya
 menghapus jejak tetangnya
dan memupuk benih kerinduan di hatiku
ayah . ..
kini rindu yang ku panen ribuan bulan telah mati bersamaku . .
dan cerita tentang seorang imam yang terkasih telah dingin bersama ragaku . .
nafas yang telah lama tak ku rasakan kini telah terlupakan bersama warisanku
semua telah aku tinggalkan untukmu .  .
ibu . .
untukmu sahabat . .

agar dapat kau kenang sejarahku
dan kau bingkai kenangan indahku dalam memorimu . .
jangan pernah kau tumpuk dengan tanah kehidupan baru di atasku . .
karena aku tak ingin terbenam dalam ingatanmu , , ,
ibu . .
sahabat  ..
rangkul aku dengan doamu
jadikan aku air suci dari sungai kehidupan yang akan kau tuang dalam cangkir kebahagiaan
namun jangan ambil airku di antara sungai keheningan karena aku tak ingin terasingkan . .

ibu yang terkasih
kini telah mampu ku rebahkan raga yang membeku di lorong yang sebesarku . .
telah mampu pula ku lebarkan hatiku bagi tubuh kehidupan
sebab kematian dan kehidupan adalah Satu dan mereka menyatu dalam cinta di jantung tuhan
dan aku ingin menguak tentang hakikatnya
ibu yang terkasih
sepiring pengampunan tlah kusuguhkan di meja masa lalu
tlah ku racik pula hidangannya dengan penyesalan dan kesedihan
maka peluk aku dengan ridhomu dan kecupan air matamu

kekasih yang terpuja
jangan menyandraku dengan ratapan kesedihanmu
karena jiwaku terjerat dalam cinta di ruang ketidakberdayaanku
dan aku tersakiti dalam kesendirian ragaku
kekasih
baranjaklah dari rumah kehidupanku
mengembaralah mencari sesuatu yang baru
meski serpihan kasih yang ku tanam telah menjadi ladang keindahan di hatimu
dan nafasku masih terasa di antara daun telingamu
kekasihku . .
engkau harus mengenali derita
dan bergaul dengan suka cita
karena musim-musim di ladangmu akan silih berganti dan engkau harus mulai memanen hasil ladangmu dengan kesabaran
kekasihku . .
bernyanyilah tentang doa
namun jangan membelenggu dengan air mata. .
nyanyikan dengan simfoni kegembiraan tanpa kehampaan
karena ia akan tumbuh menjadi cahaya mentari di antara lentera hitam tanpa kobaran api.

'' ELEGI SILAM ''

ya . . .
Lentera merah itu padam ketika angin memeluk sumbu-sumbu hati sang lentera . .
Gelapppp padam . .
Hening dalam tatapan muram cuaca . .
Memandang marah saat tergeming . . .
Ya . . .
Lentera itu bukan lagi sang surya . .
Yang menyemburat api-api masa silam . .
Menari dalam elegi kenangan . .
Yang dulu ku tanam benihnya dalam hatimu . .
Yang ku tau tertindih elegi cinta mu akan dia . .

Cinta . .

Ku jamu hatiku sendiri dengan filosofi kehidupan . .
Yang meluaskan jiwa ku dalam antariksa duniaku . .
Agar aku tetap utuh dalam elegi ku sendiri . .

Cinta . .

Elegi 7 tahun silam kini tercium kembali aromanya . .
Ketika di beranda jalan-jalan pecundang kau memanggil hatiku . .
Menawar lagi asa ku yang ku tindih elegi baruku . .
Cinta . .
Elegi silam yang ku tanam rasaku tlah padam bersama lentera harapanku . .
Asa yang tertinggal tlah ku lupakan bersama nafasku . .
Cinta . .
Keterlambatanmu membuat aku ragu untuk menghidupkan kembali rasa yang lalu . .
Karna aku terlalu takut cintamu tak tertuju untuk ku . .
Seperti dulu dalam elegi silamku . .

ayah IIIIIII

Semua kisahku sirna mendera ketika desahmu terhenti terbunuh waktu derai tangis bersamudra pilu tersentuh dingin lirih nafasmu

ingn aku jamah masalaluku yang ungkapkan siapa dirimu tenangkan dalm jiwaku menjga hdupku

tirai telah membelh surya namun aku tak berubh harapanku masih menengadah terpana tanya bgaimana drimu sempurnakan asaku ?

Aku ingn mengenal pribdimu meski lwat bingkai mimpiku aku ingn mendekap tubuhmu meski dngan sayap rapuhku

ayah jemput aku dngn rindumu sanjung aku dngan khangatanmu nafkahi aku dngan cintamu kemudian guyur aku dngan kasihmu

semuanya lewat ruang dimensiku.

?

aku dalam sadarku,berindu dalam lamunanku,mimpi yang ku kejar hingga letih tlah ku tau semakin menjauh . . .
tertidur angan ku dalam perapihan nalar,tatkala waktu yang ku genggam menyayat nadi-nadi yang terikat . .
aku telah bergegas tanpa kenangan yang ku bawa,aku membungkus kekosongan jiwa,agar tak membuahi menjadi beban yang bergelayut di kakiku ..
aku telah siap dengan anak-anak cinta yang telah ku pulihkan masa asmaranya,hingga menjadi ruh-ruh hampa tanpa rasa,kemudian ku bawa jauh dari tempat ku berdiri saat ini di sampingmu . . .

semua yang ku ketahui mengalir tanpa henti,ku mencari sendiri akan rahasiamu,menyingkapkan semua ketergesaan abadi dalam ketidak berdayaanku,aku temukan jasad mu yang telah menjadi fosil dalam kaca belati gadismu,kau seperti aku saat ini,semua buah dari pilihanmu,yang memilih untuk diam dan menunggu waktu mengubah takdirmu,kau memilih untuk bersembunyi ketika semua membutuhkan kebenaranmu . .

sekarang yang ku miliki dalam pengertianku adalah tentang perjalanan yang berjalan seperti galaksi dengan beribu bintang membebani,berputar pada garis peredarannya,tanpa menghakimi jiwanya sendiri . . .

dan aku memilih berjalan seperti ini . . .
ku sesali tatkala kau memilih hanya diam dalam kebisuan yang merjai setiap nalarmu,dan bertindak tanpa arah seperti jiwa yang tanpa cinta, . . .
ku tafsirkan kau seorang pecundang lelakiku . . . .

" TEMAN WAKTU "

Ini renungan untuk kita,aku tafsirkan dari TEMAN WAKTU yang pergi dan kembali,hilang dan datang . .
TEMAN WAKTU adalah jiwa yang menjelma sebagai raga yang menjaga air mata ini,ia adalah kekasih yang bersinggah di kerajaan hati,tempat dimana relung jiwa mengabdi pada rasa.

ketahuilah ketika hati kita merasa sendiri,sesungguhnya TEMAN WAKTU yang kita butuhkan,ketahuilah hati kita suci dari dusta,meskipun semudah bibir berkata untuk melabui mangsa namun tetap tatkala bibir getir menyembunyikan kesepian dengan kata-kata ketidak pedulian, inilah ketika kita sedang membodohi diri kita sendiri  . . . .

apa yang membuat kita takut untuk mengakui rasa yang telah terlahir nyata di rahim rasa ini ??
jawabannya adalah " YA . . AKU TAKUT MEREKA ANGGAP LEMAH"
:) ketahuilah rasa itu akan terus semakin membukit tatkala jiwa yang kita damba hanya diam tanpa menghiraukan,sakit dan perih akan menjadi nyanyian kemerdekaan jika rasa takut untuk mengungkapkan menguasai diri kita, PECUNDANG !! YA ungkapan yang baik untuk seorang yang terlalu takut terjatuh.

fikirkan !! bagaimana jika ia memendam perasaan yang sama ? fikirkan ketika ia menunggu dan tepat ketika ia jenuh maka ia akan memiih melupakan,karena yang ada dalam jiwa nya hanya angan-angan dan harapan,bagaimana jika ia telah berfikir bahwa ia takan bisa memilikimu, , , , , fikiran yang sama dengan mu bukan ?

lelaki ketahuilah keberanianlah yang menjadi perantara terbaik bagi rasa,dan keberanianlah ibu dari jiwa yang bijak,dan pengasuh terbaik bagi keikhlasan,maka keberanian mampu merendam segala ketergesaan dan ketakutan yang meraja . .

jangan biarkan hatimu memilih untuk diam dan terluka,jangan biarkan pula jiwa mu tertatih melihat jiwa yang kau damba bergegas pergi tanpa ingin mengingatmu lagi.

jangan biarkan . . .
jangan biarkan . . .
jangan biarkan . . .
dua hati yang seharusnya bersatu kau pisahkan dengan penyesalan karena ketidak  beranianmu . .

ketahuilah seseorang yang berjiwa besar ia adalah seseorang yang akan menemukan kebahagiaan,tanpa TEMAN WAKTU hanya ketulusan.
tunggu apa lagi ? ungkpkan !! namun jika kau seorang budak ketakutan maka tak usah kau berani mengatakan KAU PUNYA CINTA !!!

" SEMUA TAK SAMA"

bibir malam menggerutu menyudutkanku ketika aroma kebencian terlahir dari rahimmu sahabat.
menyayat bagian dimana kerapuhanku memahat luka baru di atas luka lama,
berikan waktu untuk keadilanku,
sahabat jangan menghakimi sendiri perihal kisah yang tak pasti,.
aku berada dalam kesalahpahaman ini untukmu,
menuai sendiri keyakinanku untuk menjaga jiwamu
namun keterbatasanku membawa aku dalam keterikatan bencimu

dengarkan aku sahabat
jangan jadikan aku separuh musuh dalam jiwamu
aku bagian dari genggaman tangan kerapuhanmu
jangan biarkan jiwa yang kau damba mengahancurkan sejarah kebersamaan kita

sahabat dengarkan ketika jerit ketidakberdayaanku memanggilmu dari kejauhan
aku seperti ini ingin menjagamu
aku bukan ingin mengantarkan luka menuju hatimu
aku ingin memilih juga yang terbaik untukmu
mencoba menelusuri rahasia jiwa kekasihmu
dan berharap hanya namamu yang ku lihat dalam bahtera syurga cintanya
aku ingin yang terbaik bagimu

dengarkan aku lagi sahabatku
berulang kali kita menapaki kerikil bersama tanpa henti
mencoba melindungi dengan tangan hampa hati yang masih belia
mencari bersama jati diri yang menentukan siapa kita
kebersamaan ini ku hargai

dengarkan aku lagi sahabat
harus dengan apa ku balas kesakitanmu karena ulah ku dalam pemahamanmu
haruskah aku menjauh dari bagian yang telah tergores dalam sejarah ?
bagian dari jantung jiwa kebersamaan ?
haruskah aku menutupi tingkahku dan menghilang dari pandanganmu

jika kau inginkan itu
maaf  . . . . .
aku tak sanggup
karena kita adalah satu
dan hakikat ini tak bisa ku rubah dengan kesalahanku

semua tak sama
apa yang singgah dalam benakmu
apa yang ku lakukan dengan lisan ku,apa yang ku rangkai dengan  jemari tanganku,semua tak sama seperti yang ada dalam nalarmu

sahabat hentikan aliran yang membuat kita semakin jauh
kita adalah satu
apapun yang ada di semesta ini tetap takan mampu mengubahnya

kesalahan milikku
bencilah jiwa ku jika mampu membuatmu hentikan air matamu
ketidakpahamanku
sejatiku
lupakanlah jika itu mampu sedikit surutkan amarahmu
namun satu yang tak boleh kau hilangkan dari ingatanmu
kenanglah dalam kesadaranmu

kita pernah tertawa bersama
kita pernah sakit bersama
dia jangan lumpuhkan kaki-kaki jiwa kita
kita untuk selamanya

maafkan ketidak beranianku
maafkan ketidak jujuranku
dari dalam jiwaku
dari dalam nalarku
aku seperti ini karenamu
bukan sebenarannya
aku menyayangimu



sahabatku :( :(

ayah IIIIII

Aku adalah hasil dari benih yang kau tuai dalam cinta ibu

yang saat ini menjadi nyawa dewasa yang terombang-ambing sendiri di lautan samudra tanpa peta

aku sendiri membenahi jiwa yang telah rapuh tanpa cinta

santunan yang aromanya masih terasa begitu hangat

kini telah tertelan waktu yang menghakimi sendiri perasaanku

perjalanan ku tak bertuan,harapanku tak ku tuai

hanya kerinduan yang membisu melumpuhkan semua akal sehatku



aku sendiri dalam nafasku

membaca sendiri sejarah kesepianku

aku sendiri bersama anak-anak cintaku

yang ku benamkan di dalam bahtera hatiku

kan ku jaga rapih seperti air mataku

agar luka ku tak terasa di hati ibu



biarkan ayah ku cari sendiri ruh mu

adalah rinduku yang mengarak langkahku

kan ku cari di setiap telapak syurga

takan aku berhenti meski kaki ku terjerat masa :)

"karena aku mencintaimu"

aku tertatih dalam lamunku,memangku mimpi yang berangan semu . .
di antara ranting-ranting kejora ku gantungkan bintang-bintang harapan agar sinarnya tersampaikan pada semesata akhirat hingga nalarnya tak menyayat jiwa. . .

yah lagi dan lagi
sesuatu yang ku tanam setiap masa nya
dan gugur setiap musimnya
lagi dan lagi
air mata membebani kaca kelabu
ketika seonggok hati menjadi bayi biru tanpa ruh
usang dalam pandangan muram cuaca

hanya haru yang berpilu-pilu manja menjadi teman setia
genggaman yang kosong tanpa arti ku arak sendiri mengikuti langkahku
lelakiku .
berurangkali kau tikam aku dengan belatimu
memaksaku untuk pergi tanpa mengantongi kenangan yang mensurutkan air mataku ketika aku merindu
berulangkali pula kau menjabarkan kepadaku bagaimana sang hawa yang membabibutakan fikiranmu dan melambungkan gairah asmaramu
berurangkali pula kau membuat aku terbakar api cemburu dalam kesadaranmu
lihat aku . .
maaf lelakiku. .
aku tak selemah ranting cemara . .
aku tak seluput kesalahan sang derita . .

aku tetap gigih dalam garis yang tak dapat ku ubah karena ketetapan hakikat cinta yang ku janjikan di atas syurga
aku tetap memanjatkan doa pada hak semesta
agar keangkuhan yang mengikat hatimu sedikit perlahan melebur
hingga aku mengetahui mengapa sampai saat ini kau masih mengabaikanku
membunuhku secara perlahan dalam kesendirianku
membuat ku terjatuh lebih dalam lagi dalam kerinduan yang tak kau tau

aku akan janjikan dan perlihatkan kepadamu bagaimana genggaman tangan ini masih akan terus di bawahmu,membawa semangkuk kasih sayang yang penuh untukmuj,takan ku pedulikan meski tangan kasar jiwamu memaksanya jauh dari sisimu,takan ku hiraukan seperti kau mengabaikanku.

"MENCINTAIMU KESULITANKU"

aku birakan raga dan rasa ini melambung bersama gairah kemesraan yang sang adam kirimkan lewat nyanyian gelombang ketika deburan ombak menyapu kerinduan
aku biarkan pula detak gemuruh cinta yang membelai nafas samudra ia bawa dalam pandangan birahinya
ku biarkan jiwa ku melambung dalam semesta kehidupannya
ku biarkan pula angan-angan yang bersemayam di kaca-kaca harapanku mengikat sendiri batinku pada haluan cinta sang adam
membuatnya takan bisa lepas
terus terjerat lebih jauh
lebih jauh. . . . .
dan termiliki . . .


hakikat cinta yang ku tulis sendiri dengan dalil_dalil syurgawi menjadikannya peraduan janji dari anak-anak cinta yang ku lahirkan sendiri
dan ujung dunia mendawaikan sumpahku
tersampaikan seolah derita yang akan memangku jiwaku
dan terasa seperti sang raja yang akan menghakimi perasaanku

dan . . .. .
menghilang . . . .
sesosok jiwa yang ku damba di setiap malam  . ..
sesosok jiwa yang ku tunggu di pintu kerinduan dengan semangkuk kasih sayang hangat tepat di atas meja ketergesaan
sesosok jiwa yang meninggalkan sisik-sisik luka di antara bahtera kasih sayang suci
semua  . ..
telah . . .
menjadi usang . .
termakan rayap-rayap waktu . .
namun serpihannya masih menyimpan air mata . .

aku  masih bermaja pada gulungan derita yang masih mengikat rasaku
sementara di balik jendela dunia telah terkumpul anak-anak cinta dari jiwa baru dan telah ku ketahui dalam kesadaranku
itu jiwamu  . . adam yang merindu cintaku
namun derita yang menyetubuhiku seolah mengikatku lebih erat dari sebelumnya
membuat aku semakin perih dalam kerinduan

aku maish belia untuk cintamu sang adam
aku masih terlalu takut mencoba mencintaimu
dan aku merasa tak mampu untuk mencintaimu

di sini . .
di dalam dada . .
tak ada sebersit rasa yang tuhan kirimkan lewat malam panjang dan desahan samudra kerinduan cinta
maka aku tak mampu mengukir sendiri dal;am keterpakasaan yang menyiksa dua jiwa tanpa iba
aku tak ingin kau rasakan luka yang ku rasa karena cinta yang sama
biarkan waktu meleburkan rasa di dalam hatimu
karena dalam tempat ini
aku masih menutup rapih peraduanku
namun tatkala waktu memperpanjang dan memperkuat rasamu
ku biarkan kau mencoba dalam keterbatasanmu
mencoba membuat aku terbang dalam kemesraan milikmu
dan kan ku biarkan kau mencoba larutkan serpihan kesakitanku
ku biarkan kau mencoba lagi dan lagi
karena mencintaimu kesulitanku . . .

"AKU DAN PERASAAN INI"

aku melihatmu nyata dalam dalil cinta yang tuhan bawa lewat malam panjang
aku merasakanmu begitu pekat ketika hilir derita membelai muka jiwa dan kau penawar yang meleburkan segala sayatan perihnya
aku mencium aroma kasih sayangmu begitu menyengat ketika kesunyian melanda ladang hati dalam kekosongan menahun
namun kasih
hatiku tak mampu menyentuh jiwamu
terasa begitu sulit dalam kesadaranku

aku ingin memberimu suguhan hangat kasih sayang mu
membalas nya dengan cintaku
namun kasih aku tetap tak mampu
meski ku paksakan
meski ku menghindar

waktu telah menghakimi perasaanklu
mengarahkan kemanapun ia mau
memaksaku mencintai yang mungkin tak mencintaiku
sementara aku melihat kau begitu nyata di hadapanku
merindukan cintaku
mengharap tempatku
sungguh aku ingin mencoba
membuatmu merasakan apa yang ku mampu berikan
karena aku iba terhadapmu
kasih sayang yang kau kirimkan lewat nafas-nafas asmara membuat aku luluh lantah tak berbekas air mata
membuat aku hidup kembali dalam tidur panjang di ranjang derita
kau membuat segalanya terasa lebih berbeda
dan kau menyentuh hatiku

aku dan perasaan ini membutuhkanmu untuk membuat rasa ini tertuju untukmu :

"aku,kamu,dan wanitamu"

kekasihku adalah nyanyian hasrat yang malam bawa ketika kesunyian membelai mata-mata kerinduan
kekasihku adalah kecupan kemesraan yang mengbangkitkan gairah bibir-bibir mawar perawan
kekasihku adalah tujuan awak kapal yang ku bimbing hilirnya
dan kekasihku adalah kau yang ku tunggu cintanya

aku telah memilihmu dalam kesadaranku
aku telah berani pula menumbuhkan lebih banyak lagi benih-benih asmara yang kelak akan menjadi buah-buah kebahagiaan untukmu
namun dalam keberadaanku . .
hatiku tersingkirkan . . .
mungkin akan semakin tak terlihat . .
karenanya  . .
karena hatinya dan karena jiwa nya yang lebih dulu mengisi kekosonganmu

mungin aku telah memilih dosa yang akan menyayat hati ku sendiri
dan aku telah terjatuh dalam ketidakberdayaan karena bidikan kharismamu membabibutakan akal sehatku
membuatnya melupakan sesuatu yang telah ada sejak aku belum mengenalmu
aku telah berani mengundang dosa yang ku tau kelak harus aku pertanggung jawabkan pada sang pemilik rasa
aku akan bersujud di kaki sang hawa yang mengikat hatimu,dan aku akan mengatakan " maaf aku tak bisa melepaskan KEKASIHMU" . . .

aku yang telah meracik luka untuknya dan untukku
karena rasaku . .
karena sayangku . .
dan karena cintaku . .
padamu . . .

aku akan tetap bersandar dalam pilar-pilar ketidak pastian
bersama nafas kesakitan yang malam bawa ketika aku memilih untuk menunggu
aku akan bertahan meski hatiku semakin tersingkirkan karenanya dari pandanganmu
kekasihku . .
aku telah memilih mencintaimu
aku telah memilih untuk menyakiti hatiku sendiri
dan akupun telah menodai ketulusan hatimu dengan wanitamu
aku telah memasang belati di antara ketulusan hati
aku telah memilih ini untuk perasaanku . .

sedetikpun aku takan memilih menghilang
kcuali tatkala kau meminta aku untuk menghi;ang
tujuanku adalah engkau kekasih
dan semua tindakanku tak hanya sekedar untuk mebuatmu tersenyum bahagia di sampingku
semua ku tuangkan dalam secangkir ketulusan tanpa bulir-bulir kemunafikan

aku melihatmu sebagai kekasihku,dan aku melihat bayanganku seperti seorang terkasih hatimu,aku ingin hanya aku jika BISA,aku ingin hanya namaku jika MAMPU,dan aku ingin hanya denganku jika tuhan membuka ridhonya dalam  norma-norma syurgawi,aku ingin hanya bersamamu,karena bagiku hanya kamu meskipun bagimu tak hanya aku, AKU JUGA INGIN SEPERTI DIA,MENJADI SATU-SATUNYA WANITAMU ;')

CINTA

Cinta ito hnya bristraht sjenak dalm hdup ku..
Stlah prjalan panjang yg melelahkn..
Kemudia pergi tanpa siapapun yg mengetahui ny..
Tak terjangkau dmana akhrnya..
Slagi nafas masi berdegus menypu lelah..

ayah IIIII

kau takan pernah hilang..
meski hanya sebuah udara wujudmu..
menyatu dengan cahaya menari dalam ruang hampa...
kau takan pernah tersakiti karna tak tergenggam...

kau takn pernah terabaikan

karena slalu tebarkan kebaikan..
kau indah di mata sang malam..
bagi sinar sang bulan..

matamu bagai pelndungku..

menjaga setiap denyut nadiku..
kehadiranmu sejati di sisiku..
takan pernah mengilang meski terabaikan..


we luph u papah

"bingkai kehidupan"

Ketika wajah langit kian memudar

Bayang nya semakin menghilang

Meski ku coba abadikan
Namun mimiknya kian menghitam

Sulit tergambar kembali

Meski dengan ingatan terlukis
Tetap Tak mampuh sempurnakan..

Ku coba terus mengingat..

Namun hitam yg melekat..

Meski tersiap sebuah bingkai di hadapan q..

Tak mampuh q lukiz meski hanya sehelai rambut..

ku tak menyerah..

ku mencoba karena q sangat merindu..
ku branikan menggambar mski mata terpejam..

Namun hanya tulisan kenangan

Yang tergambar dalam sebuah bingkai kehdupan

". . . PEMBURU CINTA . . . "

Kau sang pemburu cinta . . .
yang haus akan bercinta . .
darah mu terhenti membeku . .
ketika tubuhmu mendekap sang pena . .
hangat mengalir sekujur tubuhmu . .
saat bercinta dengan kata . .
bergelimbang sejuta makna . .
dalam setiap bait cerita . .
setiap desahnya menjadi melodi bagi setiap insan yang bercinta . .
rindumu menjadi semakin memburu . .
ketika syair cinta membasahi tubuhmu . .
indah,hangat dalam benakmu . .
beri arti dalam perjalananmu . .
kau yang hanya sendiri . .
kini temukan yang kan slalu menemani . .
ribuan kata dalam syair cinta yang abadi...
beerada dalam jalanmu yang sendiri . .
menjadi permaisuri yang beri arti . .
kau yang haus akan bercinta ....
lemah tak berdaya dalam senuah cerita cinta ...

THE END

Aqu ingin menjadi dermaga tempat kau berlabuh . .
Bernaung di atas altar putih yg membentang . .
Menyanyikan laggu cinta dlam damai . .

Biarkan nafas kita menyatu mengalahkan gemuruh ombak . .

Mengukir nama di atas butiran pasir yang tkan trhapus terhempas air . .

Biarkan kita tetp bernyanyi lagu bahagia . .

Menari bersama roh-roh kematian . .
Yang membawa kta dalm kedalaman jiwa . .

I will forget my memory

Aqu akan menghilang bersama malam
lupakan semua dalam kenangan
aku takan merindu
jika ku teringat

aku akan tetap diam

meski kau semakn jauh menghilang

skarang bgiku . .

Kau hanya pelupuk kenangan dalam ruang yang berbayang . .
Kau bgai ketenangan dalam arus yang bergurau
kau senandung lirih untuk jiwa yang smakin merintih

aqu tlah puas dngan sakit qu

aqu tlah puas dngan peran qu
aku hanya sekilas kilat mudah terlupakan bagimu
tanpa kau tau nyata ku mengagumimu

aku tlah tenggelam dalam pesonamu

kini jeratmu mulai menyiksaku

aku akan menghlang jauh dri pandangan mu

dan akan ku biarkan kau tanpa candaku
karna aqu tau . .
Kau tak ingnkan hadir ku . .




so lonely . . .

One last cry

Tlah ku lantunkan simfoni malam
yang bergema ketika tersentuh rindu yg menggila

tertunduk sendu ketika tenggelam dalm karismamu

terikat urat-urat mimpi dalam asa putih berbalut abu

tkan berdiri angkuh jiwaku

bagai pohon tua yang menjulang merobek tirai
takan terucap kata ku saat tersumbat pesonamu
hanya terbata saat berkata

bersama senja kau menghilang

cintamu bagai musim
berbalut sejuta kisah saat terbelai

takan ada cerita ketika kta tertawa

bernyanyi lagu bahagia

kini hanya tangisan terakhirku yang bergema nyata

bersama senja ku tutup tirai ini tentangmu
bersama senja pula ku buka jiwa tuk mendekap sayap adam baruku

ayah IIII

Perih terasa nadiku tersayat rindu
menyentuh pangkal dasar jiwaku

sosok yg lindungi aku ketika tersakiti

kini menghilang bersama senja

sayap yang ku rasa hangat

kini terasa gigil ketika menyentuh tubuhku
wajah yg merintih panik ketika ku terluka
kini tak ku temukan dalam tangisku

terlalu lama memoriku mengenang dirimu

terlalu lama pula kakiku berdiri menunggumu
namun terlalu cepat nyata hadirmu ngehilang
meninggalkan desah terakhir
terasa perih membasahi keningku

tuhan beriku cerita tentangny

biarkn aku menari bersama byangnya
meski bersama malam dan tak terlihat wjah tampan nya

ayah

perihku menyantuni hatiku
rinduku menyayat nadiku
asaku terikat mimpiku
ingin ku lepas dan menghlang bersamamu

tak ingn ku terbangun dlm dekap hangat sang malam

aku ingin menjad dngin bersamamu

berada dalam kedalaman jiwamu

bersandar di bahumu
dan menangis semauku

batin yg berdebur-debur mengoyahkan tubuhku

rindu yang menjulang bagai pohon tua merobek tirai
semakn terasa derita dalam dasar jiwaku

ayah

nafkahi aku dngan guyuran cintamu
dan suapi aku dengan kasih mu . .
Kemudian obati luka dalam batinku

dan manjakan aku dengan hadirmu

kan ku tunggu hingga nafas terakhirku
yang membelai di kening ibuku.

..

Tak ku dengar lagi gakgak itu bernyanyi
ceritakan masanya dngan sbuah melodi

bising ombak pun tak terlihat menari

hanya trdiam tergulung muram

kini semua bagai kikuk

simfoni senja pun tak berdayung kencang
hanya hilir angin melintas lirih

kini hanya bermurung pesta

aku,kau,dan kenangan ku.
Kini hany sepenggal tanya
yang ku bwa dalam setiap titik desahku.

Derita kini jadi setia

bahagia kian menjadi gila
rindu tak berkabar merdu
hanya gemericik air risaukan heningku.

, ,

Telah ku ceritakan hatiku di atas kertas malam,dengan tinta samudra hitam . .

Tlah ku sempurnakan mimpiku . .

Dengan perih hadiah terindahmu
tlah ku bwa pulang asa ku ke tmpat ktka aku terlahr

dan tlah tertata jiwaku

di kedalaman hatiku
dan tlah tersadar angan ku
sempurnakan kekejaman mu

di lorong sempit aku termenung ..

Mash adakah cinta yg d sbut cnta ?Bla kch syang khilangn makna.

Last story

Jiwa yg berayun pada embun,ketika sang langit berhenti menangis . .
Dan terlihat sayap yang mulai membentang . .
Membuka tirai ketika mulai mendekap . .

Aku ingin lantang bergema mengalhkan gemuruh ombak.

Yang berdebur menyaingi rindu Yang membendung.
Ingn rasanya aku berenang di kdalaman langit.
Menyentuh pangkal dasar terdalam.
Memetik satu bintang terterang.

Kan tergenggam hngga ke permukaan.

Tersimpan chayanya dalam kedalam jiwa yang hampa.
Sunyi dan tak tersaingi ribuan suara.

Tak ada simfoni terderai merata

hanya altar sempitkan ruang

dermaga itu kini tenggelam

terbungkus dendam menggulung asa
takan ada lag tempat lelah ku tertunduk
dan terhapus cepat cerita ku dan dirinya
di persimpangan dermaga yang mulai tenggelam.

Now i know . .

Tabir yang kelam mengecup mimpi
desah yang sadis tersenyum manis
kelak canda deritaku kan mengalun lirih
simfoni perih kan ku petik lewat dawai mimpi

bersama anak manusia yang gaib

ku kan menari
dngan kaki telanjang dan rasakan tajam ny kaki-kaki hujan yang runcing

akan bergerumuh rinduku

mengalahkan amuk ombak ketika pasang
takan pernah surut meski habis senja
kan ku bwa terbang asa ku
dengan selusin sayap malaikat
menembus kabut kalbu yang hitam

pekat melekat . .

Tiada syair nyanyian roh kebhagiaan
hanya hilir lirih mengecup bibir yang mulai basah
terdekap sayap berduri jiwamu menyentuh dasar ruang dimensiku

memetik setangkai harapan

kemudian melepaskan tanpa iba
hanya berkhias mimpi tersurat
lewat mlam aku mencoba
hapuskan senja ketika terasa menyayat
di antara kelopak hati yg berduri bayangmu
dan di antara jiwa yang mengikat senyum mu.

Sad journey

Malam yg gelap bagai menyetubuhiku
anak-anak peri dunia yang gaib bagai mendandaniku
sayap-sayap selusin malaikat menjadi gaun terindahku
aku tersenyum kala ku dapati mata yg memandang ke arah ku
terbesit rasa kala jemari indahmu menyentuhku . .
Aku tlah terhanyut di antara jiwamu . .
Mengajakku bercinta di atas dermaga . .
Kau adalah angn yang mendesah lirih . .
Mengeluh dan merapuh . .

Kau adalah kaki-kaki hujan yang runcing . .

Menyentuh pangkal rambutku . .
Mengguyurku terus . .
Bgai akar yang tak pernah berhenti menggali . .
Makin dalam , di dalam kelam . .

Jari-jari yang mendekap bgai pisau tajam . .

Mencabik cabik angan ku . .
Mimpi yang berdebur-debur bgai ombak melahap darat . .

Kini rasa yang kerdil mulai bergema . .

Terhentuh lembut senyum mu . .
Terjamah ruang di dalam nya . .

Aku berenang di hati sunyi . .

Menyelam dalam sampai dasar hatiku . .
Tak ku temukan ruang untuk mimpiku . .
Perasaan ingin ku akhir . .
Dalam remuk hati sang pengembara . .

Ku minum darah dari hati yang merintih perih . .

Tangis yang panjang kini ku deraikan . .
Bagai tirai membelah masa . .
Kini jiwa menundukan akhir . .
Menanti senja membuka tabir khdupan ini . .
Menyambut kobar perjalan sedih ini.

Love is father

Dia bagai gelombang pasang menyapu kesedihanku
dia bgai kelopak bunga indahkan hariku
dia bagai tuhan menjaga siang dan malam
walau kadang lelah dia tak pernah mengelak

dia tak ada dcni

dan dia tak bersamaku
tapi dia ada bersama tuhan
melihatku di balik sang hitam

menjagaku tak pernah terlelap

dengan berharap aku tak terluka

kasihnya tlah menjalar dalam tubuhku

bgai kain sutra menutupi auratku

setiap lirik matany pelindungku

stiap helai kasihnya bhagiakan ku
walau ku sendiri slalu ia tmani aku dalam mimpi

aku tak ingin terbangun lagi ketika aku bersandar dalam malam

aku slalu ingn ikt bersmamu
tp siang yg kelam itu membangunkanku

menungguku di balik pintu

bersama sang surya menyambutku
tp mengapa berat langkahku
aku tak ingn berjalan sendiri

aku takut . .

Hdup ini keras
membwaku dalam pendritaan
aku tak pernah ingn membuatmu menangis

tpi yang ku jalani begitu menyesak

suara di sekelilingku bagai menertawakanku
aku tak ingn sendiri tersesat dan tersakiti

aku ingn pulang bersamamu

meninggalkan yg ad dlm khdupanku
abadi di sampingmu
ayah aku menunggumu menjemputku.

you

Anak sungai yg mengalir kecil semakin mericuh
hilirnya mencri tempat beradu deras
kdalamanya bgai ketenangan
membwaku terhayut
bgai berenang di kdalaman langit
pantulan chayany menjadi byang

dalam dimensi , ku ciptakan sbuah ilusi . .

Bersama senja yg terbenam
berikan chaya keemasan pda jiwa yg kehausan
yg kan menjdi pdoman langkahku . .

Kini tanganku tak sendiri

tergenggam byangmu yg bgai mengkuti
desahku tak lirih sendiri
ada kau yg mengalir dalam nafas ini.

aku III

Rasa yang kerdil mulai bergema
memuncak bermurka durja
gemuruhnya mengalahkan amuk ombak
keangkuhanny terdiam memandang

aku yang berayun di bwah embun

senja bukan lag aku
kini aku tinggal abu

terbuang kala terbakar

tersentuh bara api dengan tangan yang bergetar`
aku kini menjadi detak malam
telanjang di mata hitam
melekat sunyi dngn bimbang

aku hanyalah aku

tak ada yg tmani sepiku
aku hanya sakitku
menyantuni hdupku
dngan perih
telah kau guyurkan darahmu
belati menancap angkuh di dasar hatiku
duri yg tertunduk malu menyelimuti batinku

aku tinggallah sakitku

perih hanya kekasiku
lirih adalh nynyian trindahku
dan kau hanya rahasiaku.

WAKTU

Aku berenang di hati sunyi
tenggelam di kedalaman jiwamu
menari bersama roh-roh kesunyian
dngan kaki telanjang ku menahan beban

aku menunggu di persimpangan jalan

di atas dermaga yang mulai tenggelam
menanti satu jawabn

karna resah yg lirih bernyanyi

dan asa yg tetp mengalun sedih

jarum jam yg kejam ketika mengiris hati

tanpa iba berikan kelam
yang melekat pekat di kesunyian malam.

Ayah II

Dingin sentuhan jemarimu
menggigil pori-poriku
kau tak lagi bernafas ayah
tersadar harus ku jalani hdupku
sendiri tanpa lindunganmu . .

Tak dapat ku telan sakitku

yang tlah melambung dalm memoriku
perih kedua tanganku
melepaskan dekap tubuhmu

ingn jiwaku terbang bersama roh mu

menempati nirwana harapan mu
ingn asaku kembalikan hadirmu
dalm kehidupan nyataku dan menghapus pahitku

harus ku hapus derai tangisku

tutupi luka batinmu
tersenyum mengantarmu
dan aku kembali dngan kerapuhanku

takan ku lupakan dirimu

meski dlu nyata kini menjadi bayang
ayah kan ku jaga jiwaku
tangis dan rinduku untkmu slalu

tutur doa terucap lwat bibirku

bergetar lirih ketika tertunduk
berharap doaku menjadi pelindungmu.

AYAH III

Semua kisahku sirna mendera
ketika desahmu terhenti terbunuh waktu
derai tangis bersamudra
pilu tersentuh dingin lirih nafasmu

ingn aku jamah masalaluku

yang ungkapkan siapa dirimu
tenangkan dalm jiwaku
menjga hdupku

tirai telah membelh surya

namun aku tak berubh
harapanku masih menengadah terpana tanya
bgaimana drimu sempurnakan asaku ?

Aku ingn mengenal pribdimu

meski lwat bingkai mimpiku
aku ingn mendekap tubuhmu
meski dngan sayap rapuhku

ayah jemput aku dngn rindumu

sanjung aku dngan khangatanmu
nafkahi aku dngan cintamu
kemudian guyur aku dngan kasihmu

semuanya lewat ruang dimensiku.

SANG PENYAIR

Aku adalah penyair
yang menari lepas di ladang kematian
seperti roh yang melyang-layang di atas air ketika bumi di ciptakan

menyentuh bara api dngan jari yang tak bergetar

asa yang berdebur-debur mesra
merobek hati yang bercumbu dengan nada cinta

aku masih berayun di kaki-kaki malam

bersama sang perih merangkul dunia
bgai pohon tua menjulang yg sudah bertahan menghadapi badai dn sinar matahari

mengecup mimpi dan bercinta di atas altar luas bagaii samudra pilu

kehancuran yg membeku
jadikan aku bendungan kebimbangan
yang akan terasa iba saat tersentuh jemari bebas

kekasihku adalah kehancuran

yang kan membwaku pda sayap-sayap kenangan
nyanyian hatiku adalah kelemahan
yang terjaga saat malan
dan menari sendu bersama anak peri dunia yg gaib

kekashku adlah derai tawa sadis

yang memberiku satu kecupan kerapuhan

kekasihku bgai penjudi cinta

menyantuni setiap roh yang menyelimuti tubuhnya

ku tetap mencoba

menghadang getir yg terus menerjang
menghancurkan angn yang terus bersemayam

dalam jemari byang mlaikat aku terikat bersandar


bersama nyanyian kematian

dngan petikan dawai kerapuhan
menemni detik perjalanan kehancuran


AKU ADALAH SEORANG PENYAIR . .

YANG MENARI LEPAS DI LADANG KEMATIAN . .
DAN KEKASIHKU ADALAH KEHANCURANKU . .
YANG AKAN MEMBAWAKU PADA SAYAP-SAYAP KENANGAN . .

IBU

Terus deraikan senyum indahmu
menari di atas dermaga persimpangan
lupakan beban
ketika tangismu mengikat urat nadimu

aku terlahir dari rahim mu

dengan berjubah darah dan berambut halus
dngan mata yang masih bungkam
dan bising lirih tangis pecahkan kesunyian

bukan dendam kau santuni aku

ketika pertama ku mengenal dunia
hanya kecup manis yang mendarat tenangkan aku

ibu

terimaksh jasamu perjuangkan kuu
ketika aku merobek rahim mu mendesak mencoba keluar dari selangkangan mu
dngan sabr kau menahan beban
bersama jerit dan tangis kau lontarkan
dan lupakan hdupmu sesaat

ibu

jangan trus bermuram durja
lihat aku yang sudah dewasa
biar beban kta pikul bersama
lupakan ayah sejenak mencari nafkah berdua

dngan kaki telanjang kta berjuang

bercucur keringat berjubah darah
nanah yg terus membendung pori-pori kita
karena panas menghujani diri

ibu

meski bergelut dengan waktu
bersandar di zaman kelam
lewati ribuan beban
kau tetap pahlawan ku

seperti ayah yang menahan sakit

ketika ajal mulai menyetubuhinya
dan senja mulai menghapus ceritanya

dan seperti aku pula

tegar menahan pilu
ketika rindu mendesak nadiku
ingn slalu mengenal sosok ayahku
namun tak mampuh


ibu . .

Letih terlihat kala engkau terlelap
kerut kusam jidatmu
lukiskan betapa sulitnya hdupmu
kau tetap wanita tercantik bagiku
mengalahkan jutaan bidadari tuhan

seperti ayah disana

yang tertampan menunggu mencumbu mu seperti dlu

dan seperti aku pula

yang terbaik bgimu

ibu . .

Pesona mu akan slalu temaniku
hingga aku dapat menggati air matamu
dngan smua keinginan mu

takan ada yang mampuh menggatikan tempat mu

di dasar hatiku setelah ayah

ibu . .

Ingn slalu ku dngar crita tentangny
namun tak ingn ku buat kau menangis
biar ku simpan kenangan seadanya bersama
lewat satu lembar klise tua yang luntur karna tangisku

ibu . .

Jngan tinggalkan aku sepertinya . .
Karna hanya engkaulah
alasan ku bertahan melawan beban . .
Dan jangan lupakan pula dia
karna dia belahan jiwa kita

Ibu . .

Ingn slalu ku katakan
di setiap detik desah nafasku
bahwa aku mencintaimu ibu . .

Ibu . .

Ingn ku bisikan pdamu
dan ucapkan dngan lirihku
"SELAMAT HARI IBU.AKU MENYAYANGIMU"

Suara kematian

Aqu masih tetap berkaca pda malam
berayun di bwah butiran kristal-kristal tuhan
yang membiaskan warna-warni dalam lengkungan pelangi
terjamah mata ribuan pemuja hujan

aku adalah rasa yg kerdil kemudian murka

perak hatiku terbungkus kelam malam malaikat
menari bersama roh-roh kematian
yang berbisik sinis pda dawai-dawai hitam

tercium bau ajal dari balik kaca-kaca kerapuhan

yang berayun manja di kaki-kaki kenangan . .
Bernyanyi lagu bahagia di atas altar darah . .
Yang mengguyur kaki-kaki gaib yg transparan

masih terikat nadiku oleh mata-mata tuhan

yang mengikat urat di dalam bayang malam
pilu trasa dalam angan
yang menjerit kecil ketika mencumbu ajal . .

Desah yg terpekik tangan2 yang runcing

berhilir lirih mengigil asa
getir yg bercucur perih menggetarkan dilema

kekasihku adalah suara kematian

yang membwaku pda dkap tuhan
terhanyut di samudra langit yang dalam
semakin dalam di dlm klam

kekashku adalh byang nyata dlm ilusi

yang membwaku pda sayap-sayap kenangan . .
Semakin gugur dan terlupakan.

Wanita malam Mu

Aku adlah puing"senja ktka menyentuh muka samudra . .
Dngan butran cahaya mulai ku tebarkan pesona . .
Setiap lirk mata bgai pengundang . .

Aqu air untk jiwa"yg kehausan . .

Menari nakal di bwah sendu yg semakin melirih . .
Terhanyut di antara jiwa" yg sadis . .
Mencumbu dngan nafsu . .

Aqu adalah getir yg menggigl . .

Ktka desah nafas mulai membelai . .
Membwaku melayang saat langit semakn htam . .

Aqu adlh wanita malam . .

Yang bhagia ktka hilir kerapuhan menjadi teman . .
Aqu adlh wanita malam . .
Yang sndri di antara ribuan malaikat tuhan . .

Aku adlh wanita malam . .

Yang berada di antara lelaki liar . .
Menyantuni aku dngan sjuta gaya rayuan . .

Aku adlh wanita malam . .

Yang termakan sang hitam . .
Menangs menahan hinaan . .
Aqu adlh wanita mlm . .
Yg rapuh mendamba pelukan . .

Aqu adlh wanita malam . .

Yang berkaca pda muka kelam . .
Tertunduk lelah pda mata yg terus tak bungkam . .

Aqu adlh wanta mlm . .

Yg menari lepas di hati jiwa" yg nakal . .
Terikat hitam oleh jari"liar . .
Lirih ku tak terdngar . .

Sampai saat kau tak ingn mengnal . .

Hrus qu relakan dngan senyuman . .
Dan tetp ku bungkam hatiku saat tertdur dalam ikatan lelaki liar . .

Aku adalah wanita mlm . .

Yang hatinya adalah permainan . .
Aku adalh wanita mlm . .
Yang tertunduk lelah pda jiwa"yg liar . .
Dan lirihku semakin tak terdngar . .

Siapa yg tw dritaku yg trsembunyi di balik senyum nakal qu ? ?

Kau 1 malam Ku

Semu byang mu dalam dimensiku . .
Namun mampuh menyentuh dnyut nadiku . .
1 malam di dalm ruang maya ilusiku . .
Mampuh mmbuatku terhanyut . .
Tenggelm di kdalaman jiwamu . .

Sunyi dalam kesndirian . .

Menutup hati yang bersemayam nakal . .
Jiwa yg kering terbungkam oleh malam . .
Hanyut dlm keangkuhan karismamu . .

Kau 1 malam ku . .

Yang membwaku pd sayap"kerapuhan . .
Kau dimensiku . .
Yang berkaca di tangan jiwa"ku . .

Hanya bias-bias yg liar . .

Kumpulkan puing"harapan . .
Yang menari manja di kristal-kristal derita . .
Yang kejam tumpahkan air mata . .

Kau 1 malam ku . .

Yang mendamba nirwana tuhanku . .
Mencumbu ribuan bidadari liar yg menyentuh ujung dahimu . .
Yang nakal membelai seluruh mimpimu . .

Kau 1 mlm yg mmbuatku tengglam . .

Kacaukan angan yg tlah menjulang . .
Bersama sayap-sayap sejuta malaikat . .
Kau mampuh bwaku melayang . .
Berenang di antara ratusan ribu cahaya bintang . .
Mengejar byangmu yang liar membelai rasaku . .

Ingn ku dapatkan 1 ruang di hatimu . .

Mendkap jiwa yang haus cumbuku . .
Menikmati stiap jengkal tubuhmu . .
Untuk ku kenal siapa yg kuingin . .
Untk ku jamah ruang yang tersisa . .

Di antara kerikil tajam . .

Menusuk hati yg menari telanjang . .
Di byang"jiwa yang nakal . .
Dan aqu bersmbunyi di balik harapan . .
Yang kan membwaku pda satu malm kbhagian . .
Atau satu malm kekalahan.

You night wicked

kau jiwa malam yang bernaung di atas dermaga persimpangn
runtuhkan langit-langit hitam dalam satu ucapan . .
kau amuk tuhan yang murka . .
ketika terbelai nafas-nafas angin yang menghempas larakui
mencium bau perih yang tersibak di puing-puing impian tertinggiku
dan kau membawanya bersama nyanyian keangkuhanmu

yang kau sombongkan di pintu-pintu tuhan

kau hati yang kerinng
haus akan semua cumbuku
kau ilalanng yang liar
melayang-layang di muka samudra malam

kau iblis dalam bayang

menjelma menjadi jiwa yang agung
mencoba membawa hatiku
pada gubuk kebusukanmu


kau seperti murkaku

melumpuhkan iktan nadiku
bekukan alran darahku
dalam genangan sumur kemenanganmu

story ma

di dekatmu aku merasakan seperti orang yang paling bahagia , ,
di dekatmu aku seperti insan yang paling sempurna . .
di dekatmu aku merasakan ketenangan , ,
lewat senyummu yang paling dalam aku merasakan hidup dalam angan , ,

bagiku hanya kau yang terindah , , di antara apapun yang paling indah , ,

kau dalam hatiku , ,
bersemayam di dalm jiwaku , , meski kau bukanlah yang pertama yang mengisi ruangku , ,
tak bisa ku ucap kata ketika aku menatap wajahmu , ,

tapi kasih . .

keindahan itu bukan milikku . . cintamu itu bikan untukku ..
rohku bersamamu ketika aku merindu , ,

aku tau kesalahanku , , mencintai ketika kau mencintainya , ,


kini kasih aku harus pergi , ,

aku harus menjauh namun aku takn perpaling darimu , ,
biar semua asa yang telah melambung ku jaga dengan tangisku . .
dan biarkan harap ku lepas bersama rasaku . .
jauh sejauh mata memandang . .

aku akan tetap disini namun tak di dekatmu , ,cahaya hatiku akan selalu menerangimu , ,

dan biarkan aku sendiri . .
terdiam dan membisu menyayangimmu selalu . .



"aku menyayangi dan mencintaimu,layaknya seorang ibu menyayangi dan mencintai anak semata wayangnya , , rohku akan selalu di dekatmu,karena yang ku tau , , cinta hanya mengajariku untuk selalu melindungimu"

aku II

kaki-kaki hujan mulai mengundang
menari nakal di hati liar
seperti sepasang merpati yang terbang melayang
di rumah tuhan kami berikrar
atas nama cinta dan kematian


melantunkan simfoni kerinduan

di ladang-ladang tuhan
bersorak rayakan kemenangan
dengan terikat satu ikrar di hati liar

aku ini adalah aku

yang raganya terhempas laraku
aku ini adalah aku
yang hatinya tersayat takdirku

jiwa yang menjelma dlm anganku

tak tersentuh meski terbelai lirihku
hatinya dingin bagai mengigil
tersentuh janji yang kian terpungkir

aku bukanlah dia

yang mampuh hentikan surya
dan aku bukanlah mereka
yang menang di medan perang

aku hanya kerikil batu yang terpecik palu hatimu

terhempas sesuai inginmu
tak terhiraukan semua lirihku
yang terus melantun di puing-puing deritaku

aku adlah aku

yang sendiri di malam yang mati
telanjang di muka malam
berjubah darah bermimik sendu
bernaung di atas altar tuhan

dan mulai melantunkan simfoni dlm satu lagu

bernyanyi bersama jutaan anak peri yang gaib
di ats dermaga kekalahan
yang akan memekakan harapan yg semakin menghilang

aku adlah aku yang tertindih deritaku . .

aku

Aku ingin menjadi bayang di mata"liarmu . .
Merasuki di kedalaman jiwamu . .
Memecahkan satu keraguan tentang aku . .

Batin mu kekasih ragaku . .

Yang menyentuh dasar pangkal hatiku . .
Jadikan dingin dlm amuk murka ku . .

Masih ku nikmati nafasmu

yg bersemayam di pori"mimpiku . .
Terikat dlm lingkaran tangan malaikat
yang tuli tak mendengar lirihku

msh tetp aqu bernaung dlm mlam ku

memecahkan kesunyian dlm lonceng laraku
yg terjamah ribuan mata telanjangmu

terpekik asa ku dlm medan magnetmu

menarik cekat erat dlm pesonamu
yg luluhkan tangan jiwaku
mampuh gentarkan anganku
yang gigil terdekap badai saljumu

msh ttp perih ku tuang dlm cangkir kehdupanku

ku rekam dn q putar kembali
layakny memory dlu dlm kindung-kindung senja
yang membius satu masa dlm lindungan cinta

harus ttp qu tebarkan kasih yang bergelut dngan perih

di atas bukit yg menjulang
naungkan kata yg terikat derita
bersama bendungan air mata
mulai qu bicarakan satu harap dlm jalan sempit tak tertuju rindu

dngan kaki telanjang yg kaku di atas ilalang yg liar

mulai menari bersama jutaan roh dri jiwa"yg terbuang
melontarkan semua penat yang lama menyetubuhi asa
dlm mlm"yang kelam suram
berbaris cahaya namun menyayat jiwa yg sendiri dlm pangakuan tuhan yg lama menanti.

tentang aku,kau,dan cinta

Aku masih terjaga di fajar subuh
menatap dua bukit keangkuhan di balik seringan awan
msih tetap ku nikmati jiwamu yang membelai ranting-ranting mimpiku
dengan lembut mengecup puncak-puncak ketinggianku . .
dan merangkulku dengan sayap-sayapmu . .

masih tetap ku ikuti jejakmu . .

dan tetap berada di lingkaran sayapmu . .
menikmati kepedihan kemesraan yang terlalu dalam . .
merenungkan puncak-puncak getaran cinta . .
ketika mulai kau bawa aku terbang dengan sayap belatimu . .
dan tersentuh roh ku oleh matahari yang suci . .

aku akan bisikan pada sang petang . .

bahwa aku adalah dawai-dawai yang melantunkan lirih dari hati manusia . .
dan aku adalah telinga dan mata-mata jiwa yang tersakiti malam . .
aku adalah segumpal hati dari daging-daging jiwa yang malam curi dari keheningan . .

masih tetap menunggu di persimpangan waktu .

hingga kau tak bungkam . .
dan jelaskan tentang takdir yang ber'alur perih . .
dan tentang sentuhan lembut bagaimana jari-jari angin membelai bibir-bibir jiwa . .
hingga menyisakan nafas panjang dari tangis manis yang lirih . .

telah ku nyanyikan lagu cinta dalam malam yang datang dengan lantang . .

memekakan semua hening yang bisu dan tuli . .
namun nada-nada dalam dada ku menjadi sangat senyap . .
ketika lintasan-lintasan bintang mulai menyatu . .
membentuk setiap makna dari setiap musim yang liar ketika tersebar . .
dan aku terpaku . .
tutur kata menjadi gagu . .
menyaksikan lengkungan-lengkungan senyum tuhan yang tersungging
di antara bintang-bintang yang merangkul malam .. .

aku menikmati persembahan malam . .

yang mengantarkan ku pada hening pilu . .
membuatku terhanyut tenggelam di kedalaman malam . .

kekasihku adlah percikan bahagia dan murka tuhan

yang meninggalkanku di matahari petang . .
bersama golakan api suci yang menyentuh telapak kaki-kaki telanjangku . .

kekasihku adlah letih yang menggenangkan hatiku . .

mengunci di setiap sudut-sudut kamarku . .
masih melingkar di bulatan mimpiku . .
menghiasiku dengan jubah-jubahnya . .
dan melukaiku dengan belati yang tersembunyi di balik sayap-sayap tebalnya . .

kekasihku genangan harapanku . .

yang menjulang melambung tinggi di atas ubun-ubun ku . .
mengikat urat-urat mimpi dalam nadi kehidupanku . .
dan selubung-selubung benci yang menjadi merindu . .

kekaihku adlah letih-letih gairahku . .

titik kerapuhan yang mengayunkan bebanku . .
saat menari bersama kaki-kaki hujan yang runcing . .
dengan anak-anak peri gaib yang liar . .
memasuki setiap ladang-ladang tuhan . .

dan dengan ini aku menghela nafas dan merintih . .

karena kesedihan adalah aku . .
tetapi aku seorang pencinta . .
dan aroma cinta adalah kesadaran . .
yang membius roh-roh dalam penciuman . .

Aku mengangis . .

dan dewa tuhan tersenyum , ,
merayakan kemenangan lewat nyanyian malam ..
dan aku masih merintih . .
membenahi puing-puing yang mengotori sudut-sudut ruang . .
akibat bercak-bercaik darah yang mengotori perapihanku . .
dari belati yang kau persembahkan utukku . ..

dan kekasihku adlah mata-mata jiwa dalam ketidakpedulian . .

tanpa suka cita yang iba mengudang sanubariku . .
tanpa menutup air mata kegundahanku .
dari air mancur di bendungan kehidupanku . .
dan kau tetap membiarkanku dalam genangan ketidakpastian AKAN HADIR JIWA MU . .

dan masih dalam lingkaran cumbuanmu,sadar mengacaukan anganku,bahwa CINTA adlah peristirahatan terakhir setelah penjelajahan melelahkan dalam langkah ketidakpatianku . ..

"memory me"

(one story)

"aku adlah keheningan

di antara sejuta suara yang berbayangg
menggetarkan jiwa yang terdiam
terikat pesona yang kuat memikat

akua dalah malam yag terasingi

di antara roh"yg terpilih
bersatu di kerajaan tuhan
yang mengantarkan mereka dlm kebahagiaan abadi

aku sepercik cahaya yang terbias

dari perhiasan"malaikat yng menari
menjatuh kan gemerlap cahaya mentari
di antara lingkarang tempat ku berdiri

aku adlah dawai tuhan yng tersesat

di antara sejuta hati liar yang kelaparan
menyunggingkan seutas senyum bagai menjatuhkan
dan tatapnya bagai tenggelam dalam nafsu yg menggolak"


( two story)


kini aku bagaii pulau yng agung

tercantik di antara hamparan galaksi
hidup di antara gulungan ombak
tenggelam kedalam jiwa yng tenang

kini aku bias"warna pelangi

melengkung di antara senyum tuhan
memuaskan setiap hasrat para pemuja hujan
dan lirih ku tersampaikan

kini aku nafas dalam jiwa kekasihku

yang mengisi setiap titik kecil kekosongan hati ku
memecahkan keraguan tentang kesendirian abadi
dan kekasihku jawaban setiap pertanyaan hati yg mulai mati

(last story)


aku ingin menjadi jiwa di antara batinmu kekasihku

yang menjaga setiap denyut nadimu
mengetahui setiap kerut wajahmu
yang terkubur isyarat hatimu

aku ingin kau jadikan aku dermaga tempat terakhir kau berlabuh

menjadi syair lagu yng kemudian akan kau nyanyikan sebagai lagu kebahagiaan
dan aku ingin kau jadikan puing"kenangan yg hidup abadi di setiap desah nafasmu
yang akan kau jaga di malam dan siangmu

kekasihku rangkulah aku meski sayap mu mulai merapuh

izinkan aku membenahi hatimu yg telah lebur terpanah pesonanya
meski sesak perih menggoda jiwa ini
karna aku tak mampuh gantikan bidadari yang jatuhkan dirmu kekasihku

tetap jaga senyum mu kekasihku

kembali dekap aku di antara belati yg tersembunyi di dalam sayapmu
bawa aku terbang tenggelam kedalam nirwanamu
buat aku jatuh cinta seperti dalam legenda yg ku baca

kekasihku nafasku

yang mengantarkan ku pada kebahagiaan abadi
memecahkan satu keraguan tentang aku
yang terasingi di mlam lalu

kekasihku dermaga terakhirku

yang akan menjadi tempat aku hidup dan peristirahatan terakhirku
akan mulai aku benahi setiap keping batin yang melebur
dan akan aku bentuk kokoh seperti dulu untuk ku persembahkan pada kekasihku :) "

aku melihat tuhan ku di dalm matamu

yang menyentuh batin dan ragaku
membuat ku akan selalu tunduk di hadapan mu kekasih ku
dan cintamu menjadi petuahku

jangan buat aku lakukan kesalahanku

yang membuat mu marah kekasihku
aku takut dosa menghukumku
menjatuhkanku di atara golakan matahari suci

yang menyentuh bibir"jiwa yng terasingi

membekukan hati yg semakin mati
jangann buat aku menjadi musuh tuhan ku keksihku
apapun semua ku lakukan untuk mu

karana aku melihat than dalam matamu

dan nyataku aku mencintaimu kekasih ku :) :)