Rabu, 23 Februari 2011

Love is father

Dia bagai gelombang pasang menyapu kesedihanku
dia bgai kelopak bunga indahkan hariku
dia bagai tuhan menjaga siang dan malam
walau kadang lelah dia tak pernah mengelak

dia tak ada dcni

dan dia tak bersamaku
tapi dia ada bersama tuhan
melihatku di balik sang hitam

menjagaku tak pernah terlelap

dengan berharap aku tak terluka

kasihnya tlah menjalar dalam tubuhku

bgai kain sutra menutupi auratku

setiap lirik matany pelindungku

stiap helai kasihnya bhagiakan ku
walau ku sendiri slalu ia tmani aku dalam mimpi

aku tak ingin terbangun lagi ketika aku bersandar dalam malam

aku slalu ingn ikt bersmamu
tp siang yg kelam itu membangunkanku

menungguku di balik pintu

bersama sang surya menyambutku
tp mengapa berat langkahku
aku tak ingn berjalan sendiri

aku takut . .

Hdup ini keras
membwaku dalam pendritaan
aku tak pernah ingn membuatmu menangis

tpi yang ku jalani begitu menyesak

suara di sekelilingku bagai menertawakanku
aku tak ingn sendiri tersesat dan tersakiti

aku ingn pulang bersamamu

meninggalkan yg ad dlm khdupanku
abadi di sampingmu
ayah aku menunggumu menjemputku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar