Dia bagai gelombang pasang menyapu kesedihanku
dia bgai kelopak bunga indahkan hariku
dia bagai tuhan menjaga siang dan malam
walau kadang lelah dia tak pernah mengelak
dia tak ada dcni
dan dia tak bersamaku
tapi dia ada bersama tuhan
melihatku di balik sang hitam
menjagaku tak pernah terlelap
dengan berharap aku tak terluka
kasihnya tlah menjalar dalam tubuhku
bgai kain sutra menutupi auratku
setiap lirik matany pelindungku
stiap helai kasihnya bhagiakan ku
walau ku sendiri slalu ia tmani aku dalam mimpi
aku tak ingin terbangun lagi ketika aku bersandar dalam malam
aku slalu ingn ikt bersmamu
tp siang yg kelam itu membangunkanku
menungguku di balik pintu
bersama sang surya menyambutku
tp mengapa berat langkahku
aku tak ingn berjalan sendiri
aku takut . .
Hdup ini keras
membwaku dalam pendritaan
aku tak pernah ingn membuatmu menangis
tpi yang ku jalani begitu menyesak
suara di sekelilingku bagai menertawakanku
aku tak ingn sendiri tersesat dan tersakiti
aku ingn pulang bersamamu
meninggalkan yg ad dlm khdupanku
abadi di sampingmu
ayah aku menunggumu menjemputku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar