aku menenggelamkan gairah sukacita di atas genangan samudra kebebasan
membiarkannya tenggelam hingga dalam dan menembus batasan waktu
membawanya jauh dari angan dan harapan
hingga belati-belati perih terbawa tenggelam dalam gulungan sang samudra
kekasih . .
aku memberanikan asmaraku tercabik-cabik masa lalu yang semesta telah ketahui kehancurannya
tidakkah engkau mengenang sebait luka yang engkau tanamkan dalam butiran air mata ini
lihatlah dalam kesadaranmu
semua telah menjadi bindang dan tumbuh dewasa
dalam berbagai pemahaman,hingga nalarku semakin membabibutakan hatiku
aku telah menjadi padang kesunyian karena engkau tinggalkan
dan dengan kesederhanaanku ku coba tuk hapuskan
meskipun aroma nya masih tercium pekat
namun ku coba membalur kembali dengan kebahagiaan yang ku ciptakan dalam keterbatasanku
dalam ketidaktahuanmu,dalam ketidakpedulianmu ku merintih dalam pilu,menahun ku benamkan rindu serta angan yang ingin memelukmu,dan tubuhku yang ingin memilikimu.
selama engkau menciptakan perih dalam kehidupan yang ku genggam
selama itu pula ku ciptakan asmara yang semakin memenuhi seluruh galaksi birahi
membuatnya semakin kuat dan suci
aku dalam nafasku . .
selalu menjaga kaidah cinta yang ku tulis dalam hukum-hukum syurgawi
dan aku telah bersumpah dengan menggenggam tangan tuhan
dan berkata dalam kesadaran serta kesungguhan
"sungguh atas nama tuhan,aku mencintai sang adam atas anugrah dan sejatinya cintaku hanyalah kepada pemilik nyawaku,saat ini aku telah berani meluaskan kasih asmara yang suci pada namanya atas kehendak dan takdir di atas kain hidupku,maka kesakitan apapun akan aku terima dan merubah semua menjadi secangkir kebahagiaan dan kepuasan dalam bibirku,seberapa lamapun ketentuan tuhan untuk aku mencintaimu, maka aku akan mencintaimu, seberapapun perih dan letihnya takdir tuhan hingga air mata ini tak tertahan karena tindakannya, maka aku masih tetap akan mencintainya, kesungguhanku takan terubah oleh apapun yang ada di dunia ini., kecuali jika nafas tuihan menghentikan aliran cinta ini"
kekasih
betapa dengan kesungguhanku ku katakan aku mencintaimu
tak tersentuhkah hatimu meratap di sisiku ?
sungguh seberapa sering kau menghindar dariku
sesering itu aku akan terus mengikuti derap langkahmu
dalam ketidaktahuanmu aku akan terus di sisimu, , ,
karena naluri selalu resah bila hari ini aku tak menatapmu
kekasih
tak apa jika bukan aku yang kau damba dalam takdirmu
dan bukan aku yang kau inginkan hadirnya
seberapa dalam luka yang kau tanamkan
sedalam itu pula dalamnya kaidah cintaku
karena
"aku mencintaimu karena ibadahku,dan kesakitanku karena bukti kasih sayang tuhan terhadapku,aku tak pernah mengerti anugrah yang tuhan takdirkan dalam waktuku akan seindah ini bila kesakitan itu tak mengunjungi kesunyianku,maka kesakitan apapun akan aku terima dalam senyumanku"
maaf kekasih karena tuhan telah memilihkan engkau untuk ku cintai :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar