Aku adalah penyair
yang menari lepas di ladang kematian
seperti roh yang melyang-layang di atas air ketika bumi di ciptakan
menyentuh bara api dngan jari yang tak bergetar
asa yang berdebur-debur mesra
merobek hati yang bercumbu dengan nada cinta
aku masih berayun di kaki-kaki malam
bersama sang perih merangkul dunia
bgai pohon tua menjulang yg sudah bertahan menghadapi badai dn sinar matahari
mengecup mimpi dan bercinta di atas altar luas bagaii samudra pilu
kehancuran yg membeku
jadikan aku bendungan kebimbangan
yang akan terasa iba saat tersentuh jemari bebas
kekasihku adalah kehancuran
yang kan membwaku pda sayap-sayap kenangan
nyanyian hatiku adalah kelemahan
yang terjaga saat malan
dan menari sendu bersama anak peri dunia yg gaib
kekashku adlah derai tawa sadis
yang memberiku satu kecupan kerapuhan
kekasihku bgai penjudi cinta
menyantuni setiap roh yang menyelimuti tubuhnya
ku tetap mencoba
menghadang getir yg terus menerjang
menghancurkan angn yang terus bersemayam
dalam jemari byang mlaikat aku terikat bersandar
bersama nyanyian kematian
dngan petikan dawai kerapuhan
menemni detik perjalanan kehancuran
AKU ADALAH SEORANG PENYAIR . .
YANG MENARI LEPAS DI LADANG KEMATIAN . .
DAN KEKASIHKU ADALAH KEHANCURANKU . .
YANG AKAN MEMBAWAKU PADA SAYAP-SAYAP KENANGAN . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar