kau jiwa malam yang bernaung di atas dermaga persimpangn
runtuhkan langit-langit hitam dalam satu ucapan . .
kau amuk tuhan yang murka . .
ketika terbelai nafas-nafas angin yang menghempas larakui
mencium bau perih yang tersibak di puing-puing impian tertinggiku
dan kau membawanya bersama nyanyian keangkuhanmu
yang kau sombongkan di pintu-pintu tuhan
kau hati yang kerinng
haus akan semua cumbuku
kau ilalanng yang liar
melayang-layang di muka samudra malam
kau iblis dalam bayang
menjelma menjadi jiwa yang agung
mencoba membawa hatiku
pada gubuk kebusukanmu
kau seperti murkaku
melumpuhkan iktan nadiku
bekukan alran darahku
dalam genangan sumur kemenanganmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar