Rabu, 23 Februari 2011

Ayah II

Dingin sentuhan jemarimu
menggigil pori-poriku
kau tak lagi bernafas ayah
tersadar harus ku jalani hdupku
sendiri tanpa lindunganmu . .

Tak dapat ku telan sakitku

yang tlah melambung dalm memoriku
perih kedua tanganku
melepaskan dekap tubuhmu

ingn jiwaku terbang bersama roh mu

menempati nirwana harapan mu
ingn asaku kembalikan hadirmu
dalm kehidupan nyataku dan menghapus pahitku

harus ku hapus derai tangisku

tutupi luka batinmu
tersenyum mengantarmu
dan aku kembali dngan kerapuhanku

takan ku lupakan dirimu

meski dlu nyata kini menjadi bayang
ayah kan ku jaga jiwaku
tangis dan rinduku untkmu slalu

tutur doa terucap lwat bibirku

bergetar lirih ketika tertunduk
berharap doaku menjadi pelindungmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar