Dingin sentuhan jemarimu
menggigil pori-poriku
kau tak lagi bernafas ayah
tersadar harus ku jalani hdupku
sendiri tanpa lindunganmu . .
Tak dapat ku telan sakitku
yang tlah melambung dalm memoriku
perih kedua tanganku
melepaskan dekap tubuhmu
ingn jiwaku terbang bersama roh mu
menempati nirwana harapan mu
ingn asaku kembalikan hadirmu
dalm kehidupan nyataku dan menghapus pahitku
harus ku hapus derai tangisku
tutupi luka batinmu
tersenyum mengantarmu
dan aku kembali dngan kerapuhanku
takan ku lupakan dirimu
meski dlu nyata kini menjadi bayang
ayah kan ku jaga jiwaku
tangis dan rinduku untkmu slalu
tutur doa terucap lwat bibirku
bergetar lirih ketika tertunduk
berharap doaku menjadi pelindungmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar