bibir malam menggerutu menyudutkanku ketika aroma kebencian terlahir dari rahimmu sahabat.
menyayat bagian dimana kerapuhanku memahat luka baru di atas luka lama,
berikan waktu untuk keadilanku,
sahabat jangan menghakimi sendiri perihal kisah yang tak pasti,.
aku berada dalam kesalahpahaman ini untukmu,
menuai sendiri keyakinanku untuk menjaga jiwamu
namun keterbatasanku membawa aku dalam keterikatan bencimu
dengarkan aku sahabat
jangan jadikan aku separuh musuh dalam jiwamu
aku bagian dari genggaman tangan kerapuhanmu
jangan biarkan jiwa yang kau damba mengahancurkan sejarah kebersamaan kita
sahabat dengarkan ketika jerit ketidakberdayaanku memanggilmu dari kejauhan
aku seperti ini ingin menjagamu
aku bukan ingin mengantarkan luka menuju hatimu
aku ingin memilih juga yang terbaik untukmu
mencoba menelusuri rahasia jiwa kekasihmu
dan berharap hanya namamu yang ku lihat dalam bahtera syurga cintanya
aku ingin yang terbaik bagimu
dengarkan aku lagi sahabatku
berulang kali kita menapaki kerikil bersama tanpa henti
mencoba melindungi dengan tangan hampa hati yang masih belia
mencari bersama jati diri yang menentukan siapa kita
kebersamaan ini ku hargai
dengarkan aku lagi sahabat
harus dengan apa ku balas kesakitanmu karena ulah ku dalam pemahamanmu
haruskah aku menjauh dari bagian yang telah tergores dalam sejarah ?
bagian dari jantung jiwa kebersamaan ?
haruskah aku menutupi tingkahku dan menghilang dari pandanganmu
jika kau inginkan itu
maaf . . . . .
aku tak sanggup
karena kita adalah satu
dan hakikat ini tak bisa ku rubah dengan kesalahanku
semua tak sama
apa yang singgah dalam benakmu
apa yang ku lakukan dengan lisan ku,apa yang ku rangkai dengan jemari tanganku,semua tak sama seperti yang ada dalam nalarmu
sahabat hentikan aliran yang membuat kita semakin jauh
kita adalah satu
apapun yang ada di semesta ini tetap takan mampu mengubahnya
kesalahan milikku
bencilah jiwa ku jika mampu membuatmu hentikan air matamu
ketidakpahamanku
sejatiku
lupakanlah jika itu mampu sedikit surutkan amarahmu
namun satu yang tak boleh kau hilangkan dari ingatanmu
kenanglah dalam kesadaranmu
kita pernah tertawa bersama
kita pernah sakit bersama
dia jangan lumpuhkan kaki-kaki jiwa kita
kita untuk selamanya
maafkan ketidak beranianku
maafkan ketidak jujuranku
dari dalam jiwaku
dari dalam nalarku
aku seperti ini karenamu
bukan sebenarannya
aku menyayangimu
sahabatku :( :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar