allahhuakbar,allahhuakbar,allahhuakbar . .
Semua nafas bergema asmanya
melantunkan nada-nada indah dalam lisan
terlukis pula goresan-goresan simfoni bahagia dalam hari kemenangan
namun siluet di upuk barat masih sayup dalam dekap sang senja
dan jingga yg berbalut emas menutupi aurat raga yg tak berhelai benang
yah . . Itu seperti gundukan rindu di atas kertas cakrawala yang tersurat lewat nada-nada islam
untuk aku sampaikan pada imam yang entah dimana persinggahan nya
ya. . dia seorang ayah yang sudah 13 tahun silam tak ku ratap hadirnya
yang telah ku cari di sudut-sudut dunia raganya namun tak kunjung padam api rindu dalam gejolak asaku
ayah . .
Sebulan memanja ku rasakan hadirmu dalam rumah yang kau wariskan untuk ku
dan saat ini sebulan itu tlah beringsut
dan ku tau kau akan bergegas dari rinduku
ayah . .
Tinggalkan sepiring kenangan tentangmu . .
Karna mataku telah menjadi buta akan ceritamu
dan telingaku telah menjadi tuli akan suaramu
tinggalkanlah di atas meja masa yang akan datang
untuk aku nikmati ketika aku ingin mengenang . .
Jangan khawatir aku akan terluka ayah . .
Karena kenangan itu akan ku bungkus dan ku bawa jauh bersama awak kapal usangku menuju samudra kehilafan dan ketidakpedulian . . .
Akan ku tinggalkan pula rasa suka cita yang berkarat di jantungku dengan teman ketergesaanku . . .
Ayah tlah ku rangkai dengan cintai
idul fitri untuk mu dan aku . .
Untuk kita dan mereka nikmati bersama kerinduan kita di singgasana yang takan terebut di bahtera syurga ketika aku tlah menyimpan nafas di tangan ilahi,dan aku pergi bersamamu menghantarkan cita-cita pada kenyataannya karna aku begintu mendamba bersamamu,dan segenggam buah tangan yang ku bawa dari dunia untukmu . .
Bersurat idul fitri untuk mu AYAH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar