Rabu, 23 Februari 2011

"untuk langit dari jiwa"

untuk langit dari jiwa
ketika sepotong senja setengah terlelap dari tirainya
untuk langit dari jiwa
ketika sang aurora memancarkan keindahannya
di belahan dunia bagian utara
di antara pandangan kita

untuk langit dari jiwa

ketika bidadari tuhan tlah membasuh tubuh nya
membersihkan dari kelabu awan
dan menjadikan langit laksana biru laut yang dalam
dengan lengkungan pelangi bak dermaga keindahan

untuk langit dari jiwa

ketika seekor camar mengepak sayapnya untuk yang kesekian kali
mengumpulkan dahan-dahan ilalang liar
untuk mereka jadikan rebahan malam
dan terjaga dari malam-malam yang menyongsong tajam

untuk langit dari jiwa

ketika keterasingan ku terlelap terlelah
dan ketika jemari liar tuhan merangkai mimpi indah
dan cahaya bintang semburkan keindahan
di balik kusut malam dan dingin nafas kehidupan

untuk langit dari jiwa

ketika aku terhanyut di antara gundukan waktu
yang menyandra waktu senggangku
dan mematikan kesadaraan ku
membuat keindahan biru mu terabaikan oleh keangkuhanku

untuk langit dari jiwa

ketika hujan memadamkan api di antara jiwaku
dan menjadikannnya padam
membuat ruang di antara rusuk-rusuk ku gelap pudar
seperti malam yang berjaya ketika aku tersadar saat ini
membuka kembali kedua bola mataku
dan mengembalikan kesadaranku

unutk langit dari jiwa

kini ku nanti di antara pemujamu
bola matahari yang meyongsong kembali
menghanyutkan malam di tempat perapihannya
meyaksikan bagai mana siang hari menebarkan keindahan nya
dan angin pagi menebarkan aroma rumput-rumput basah
menyapa jiwaku yg telah terbngun dari mimpi

dan menanti untuk secangkir kehangatan matahari

yang akan membelai tubuh keterasinganku
memanggil kembali seutas senyum dengan biru langitmu
kemudian merangai kata sejati di antara kanvas-kanvas gumpalan awan putih
semua untuk langit dari jiwa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar