aku birakan raga dan rasa ini melambung bersama gairah kemesraan yang sang adam kirimkan lewat nyanyian gelombang ketika deburan ombak menyapu kerinduan
aku biarkan pula detak gemuruh cinta yang membelai nafas samudra ia bawa dalam pandangan birahinya
ku biarkan jiwa ku melambung dalam semesta kehidupannya
ku biarkan pula angan-angan yang bersemayam di kaca-kaca harapanku mengikat sendiri batinku pada haluan cinta sang adam
membuatnya takan bisa lepas
terus terjerat lebih jauh
lebih jauh. . . . .
dan termiliki . . .
hakikat cinta yang ku tulis sendiri dengan dalil_dalil syurgawi menjadikannya peraduan janji dari anak-anak cinta yang ku lahirkan sendiri
dan ujung dunia mendawaikan sumpahku
tersampaikan seolah derita yang akan memangku jiwaku
dan terasa seperti sang raja yang akan menghakimi perasaanku
dan . . .. .
menghilang . . . .
sesosok jiwa yang ku damba di setiap malam . ..
sesosok jiwa yang ku tunggu di pintu kerinduan dengan semangkuk kasih sayang hangat tepat di atas meja ketergesaan
sesosok jiwa yang meninggalkan sisik-sisik luka di antara bahtera kasih sayang suci
semua . ..
telah . . .
menjadi usang . .
termakan rayap-rayap waktu . .
namun serpihannya masih menyimpan air mata . .
aku masih bermaja pada gulungan derita yang masih mengikat rasaku
sementara di balik jendela dunia telah terkumpul anak-anak cinta dari jiwa baru dan telah ku ketahui dalam kesadaranku
itu jiwamu . . adam yang merindu cintaku
namun derita yang menyetubuhiku seolah mengikatku lebih erat dari sebelumnya
membuat aku semakin perih dalam kerinduan
aku maish belia untuk cintamu sang adam
aku masih terlalu takut mencoba mencintaimu
dan aku merasa tak mampu untuk mencintaimu
di sini . .
di dalam dada . .
tak ada sebersit rasa yang tuhan kirimkan lewat malam panjang dan desahan samudra kerinduan cinta
maka aku tak mampu mengukir sendiri dal;am keterpakasaan yang menyiksa dua jiwa tanpa iba
aku tak ingin kau rasakan luka yang ku rasa karena cinta yang sama
biarkan waktu meleburkan rasa di dalam hatimu
karena dalam tempat ini
aku masih menutup rapih peraduanku
namun tatkala waktu memperpanjang dan memperkuat rasamu
ku biarkan kau mencoba dalam keterbatasanmu
mencoba membuat aku terbang dalam kemesraan milikmu
dan kan ku biarkan kau mencoba larutkan serpihan kesakitanku
ku biarkan kau mencoba lagi dan lagi
karena mencintaimu kesulitanku . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar