aku dalam sadarku,berindu dalam lamunanku,mimpi yang ku kejar hingga letih tlah ku tau semakin menjauh . . .
tertidur angan ku dalam perapihan nalar,tatkala waktu yang ku genggam menyayat nadi-nadi yang terikat . .
aku telah bergegas tanpa kenangan yang ku bawa,aku membungkus kekosongan jiwa,agar tak membuahi menjadi beban yang bergelayut di kakiku ..
aku telah siap dengan anak-anak cinta yang telah ku pulihkan masa asmaranya,hingga menjadi ruh-ruh hampa tanpa rasa,kemudian ku bawa jauh dari tempat ku berdiri saat ini di sampingmu . . .
semua yang ku ketahui mengalir tanpa henti,ku mencari sendiri akan rahasiamu,menyingkapkan semua ketergesaan abadi dalam ketidak berdayaanku,aku temukan jasad mu yang telah menjadi fosil dalam kaca belati gadismu,kau seperti aku saat ini,semua buah dari pilihanmu,yang memilih untuk diam dan menunggu waktu mengubah takdirmu,kau memilih untuk bersembunyi ketika semua membutuhkan kebenaranmu . .
sekarang yang ku miliki dalam pengertianku adalah tentang perjalanan yang berjalan seperti galaksi dengan beribu bintang membebani,berputar pada garis peredarannya,tanpa menghakimi jiwanya sendiri . . .
dan aku memilih berjalan seperti ini . . .
ku sesali tatkala kau memilih hanya diam dalam kebisuan yang merjai setiap nalarmu,dan bertindak tanpa arah seperti jiwa yang tanpa cinta, . . .
ku tafsirkan kau seorang pecundang lelakiku . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar