kekasih dalam dunia . .
Telah tergores namamu dalam nadiku . .
Terlukis pula parasmu dalam hatiku . . .
Dan tuhan telah menghantarkan bayangmu dalam dimensiku . .
Subhanallah . . .
Aku mengagumimu . . .
Hati dan rasa ini bergemuruh memujamu . . .
Hati dalam sukmaku bertasbihkan namamu . . .
Kekasih dalam dunia . .
Raga yang mempesona . .
Yang mampu membiaskan cahaya surga . .
Aku menatap tuhan dalam dirimu . . .
Memuja asmanya dengan mencintaimu . . .
Simfoni doaku dalam butiran-butiran tasbih . .
Mengantarkan pintaku pada langit tertinggi . .
Mengharap ragamu untuk dapat meminang hati ini . . .
Lewat risalah yang tuhan beri lewat mimpi . . .
Dan aku gerakkan dengan gairah yang ber'arak dalam sanubari . .
Kekasih dalam dunia telah ku semaikan benih-benih cinta di antara ladangmu . .
Telah ku ayak pula sang hasrat dari tangan pemuja setan . . .
Hingga semua telah menjadi suci dalam kebenaran . . .
Dan aku telah siap dengan secangkir ketulusan untuk aku suguhkan dan kau minum ketika dahaga mulai menghadang . . .
Kekasih dalam dunia . .
Tatap aku dengan pandangan keingintahuanmu. . .
Sentuh sukmaku yang telah sedingin ajal ketika bertasbih namamu . .
Kemudian jadilah api bagi suluh jiwaku . . .
Temui aku dalam pengembaraanmu . . .
Kekasih dalam dunia
aku telah lama menanti kebersamaanku . . .
Bersimpuh di hamparan sejadahku . . .
Menopang air mataku ketika menengadah di depanmu . . .
Kekasihku . . .
Aku mencintaimu karena tuhan . . .
Dan anak-anak hasrat dari rahim setan telah aku bersihkan dengan kesungguhanku. . .
Maka sepotong cinta yang hangat telah ku bakar dengan api ketulusan . .
Dan telah ku persembahkan untukmu . .
Dan rasa suka cita telah ku arak bersama awak kapal dan telah ku buang di samudra kebebasan . .
Maka dari itu bicaralah tentang kesungguhaku . .
Tentang kebenaran itu tanpa takut menyakitiku
karena aku mengerti,kau bukan hakim dalam prosa kehidupan ini . .
Dan aku tetap mencintaimu karenanya
dan aku melihat surga di matamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar