Rabu, 23 Februari 2011

ayah IIII

Perih terasa nadiku tersayat rindu
menyentuh pangkal dasar jiwaku

sosok yg lindungi aku ketika tersakiti

kini menghilang bersama senja

sayap yang ku rasa hangat

kini terasa gigil ketika menyentuh tubuhku
wajah yg merintih panik ketika ku terluka
kini tak ku temukan dalam tangisku

terlalu lama memoriku mengenang dirimu

terlalu lama pula kakiku berdiri menunggumu
namun terlalu cepat nyata hadirmu ngehilang
meninggalkan desah terakhir
terasa perih membasahi keningku

tuhan beriku cerita tentangny

biarkn aku menari bersama byangnya
meski bersama malam dan tak terlihat wjah tampan nya

ayah

perihku menyantuni hatiku
rinduku menyayat nadiku
asaku terikat mimpiku
ingin ku lepas dan menghlang bersamamu

tak ingn ku terbangun dlm dekap hangat sang malam

aku ingin menjad dngin bersamamu

berada dalam kedalaman jiwamu

bersandar di bahumu
dan menangis semauku

batin yg berdebur-debur mengoyahkan tubuhku

rindu yang menjulang bagai pohon tua merobek tirai
semakn terasa derita dalam dasar jiwaku

ayah

nafkahi aku dngan guyuran cintamu
dan suapi aku dengan kasih mu . .
Kemudian obati luka dalam batinku

dan manjakan aku dengan hadirmu

kan ku tunggu hingga nafas terakhirku
yang membelai di kening ibuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar