Perih terasa nadiku tersayat rindu
menyentuh pangkal dasar jiwaku
sosok yg lindungi aku ketika tersakiti
kini menghilang bersama senja
sayap yang ku rasa hangat
kini terasa gigil ketika menyentuh tubuhku
wajah yg merintih panik ketika ku terluka
kini tak ku temukan dalam tangisku
terlalu lama memoriku mengenang dirimu
terlalu lama pula kakiku berdiri menunggumu
namun terlalu cepat nyata hadirmu ngehilang
meninggalkan desah terakhir
terasa perih membasahi keningku
tuhan beriku cerita tentangny
biarkn aku menari bersama byangnya
meski bersama malam dan tak terlihat wjah tampan nya
ayah
perihku menyantuni hatiku
rinduku menyayat nadiku
asaku terikat mimpiku
ingin ku lepas dan menghlang bersamamu
tak ingn ku terbangun dlm dekap hangat sang malam
aku ingin menjad dngin bersamamu
berada dalam kedalaman jiwamu
bersandar di bahumu
dan menangis semauku
batin yg berdebur-debur mengoyahkan tubuhku
rindu yang menjulang bagai pohon tua merobek tirai
semakn terasa derita dalam dasar jiwaku
ayah
nafkahi aku dngan guyuran cintamu
dan suapi aku dengan kasih mu . .
Kemudian obati luka dalam batinku
dan manjakan aku dengan hadirmu
kan ku tunggu hingga nafas terakhirku
yang membelai di kening ibuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar