Rabu, 23 Februari 2011

"karena aku mencintaimu"

aku tertatih dalam lamunku,memangku mimpi yang berangan semu . .
di antara ranting-ranting kejora ku gantungkan bintang-bintang harapan agar sinarnya tersampaikan pada semesata akhirat hingga nalarnya tak menyayat jiwa. . .

yah lagi dan lagi
sesuatu yang ku tanam setiap masa nya
dan gugur setiap musimnya
lagi dan lagi
air mata membebani kaca kelabu
ketika seonggok hati menjadi bayi biru tanpa ruh
usang dalam pandangan muram cuaca

hanya haru yang berpilu-pilu manja menjadi teman setia
genggaman yang kosong tanpa arti ku arak sendiri mengikuti langkahku
lelakiku .
berurangkali kau tikam aku dengan belatimu
memaksaku untuk pergi tanpa mengantongi kenangan yang mensurutkan air mataku ketika aku merindu
berulangkali pula kau menjabarkan kepadaku bagaimana sang hawa yang membabibutakan fikiranmu dan melambungkan gairah asmaramu
berurangkali pula kau membuat aku terbakar api cemburu dalam kesadaranmu
lihat aku . .
maaf lelakiku. .
aku tak selemah ranting cemara . .
aku tak seluput kesalahan sang derita . .

aku tetap gigih dalam garis yang tak dapat ku ubah karena ketetapan hakikat cinta yang ku janjikan di atas syurga
aku tetap memanjatkan doa pada hak semesta
agar keangkuhan yang mengikat hatimu sedikit perlahan melebur
hingga aku mengetahui mengapa sampai saat ini kau masih mengabaikanku
membunuhku secara perlahan dalam kesendirianku
membuat ku terjatuh lebih dalam lagi dalam kerinduan yang tak kau tau

aku akan janjikan dan perlihatkan kepadamu bagaimana genggaman tangan ini masih akan terus di bawahmu,membawa semangkuk kasih sayang yang penuh untukmuj,takan ku pedulikan meski tangan kasar jiwamu memaksanya jauh dari sisimu,takan ku hiraukan seperti kau mengabaikanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar