Jiwa yg berayun pada embun,ketika sang langit berhenti menangis . .
Dan terlihat sayap yang mulai membentang . .
Membuka tirai ketika mulai mendekap . .
Aku ingin lantang bergema mengalhkan gemuruh ombak.
Yang berdebur menyaingi rindu Yang membendung.
Ingn rasanya aku berenang di kdalaman langit.
Menyentuh pangkal dasar terdalam.
Memetik satu bintang terterang.
Kan tergenggam hngga ke permukaan.
Tersimpan chayanya dalam kedalam jiwa yang hampa.
Sunyi dan tak tersaingi ribuan suara.
Tak ada simfoni terderai merata
hanya altar sempitkan ruang
dermaga itu kini tenggelam
terbungkus dendam menggulung asa
takan ada lag tempat lelah ku tertunduk
dan terhapus cepat cerita ku dan dirinya
di persimpangan dermaga yang mulai tenggelam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar