Aqu masih tetap berkaca pda malam
berayun di bwah butiran kristal-kristal tuhan
yang membiaskan warna-warni dalam lengkungan pelangi
terjamah mata ribuan pemuja hujan
aku adalah rasa yg kerdil kemudian murka
perak hatiku terbungkus kelam malam malaikat
menari bersama roh-roh kematian
yang berbisik sinis pda dawai-dawai hitam
tercium bau ajal dari balik kaca-kaca kerapuhan
yang berayun manja di kaki-kaki kenangan . .
Bernyanyi lagu bahagia di atas altar darah . .
Yang mengguyur kaki-kaki gaib yg transparan
masih terikat nadiku oleh mata-mata tuhan
yang mengikat urat di dalam bayang malam
pilu trasa dalam angan
yang menjerit kecil ketika mencumbu ajal . .
Desah yg terpekik tangan2 yang runcing
berhilir lirih mengigil asa
getir yg bercucur perih menggetarkan dilema
kekasihku adalah suara kematian
yang membwaku pda dkap tuhan
terhanyut di samudra langit yang dalam
semakin dalam di dlm klam
kekashku adalh byang nyata dlm ilusi
yang membwaku pda sayap-sayap kenangan . .
Semakin gugur dan terlupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar