Rabu, 23 Februari 2011

''tentang kekasih''

Ketika cahaya suci melukis muka-muka senja di antara kanvas lautan . . .
Seketika itu bayangmu melukiskan namamu dalam dimensi ilusiku . . `
kau jiwa yg memikat ketika senja mulai membelai malam . . .
Dan kau kirikan getaran-getarang rasa di antara kedua tatapmu yang menyandra kesadaranku dengan pesonamu . . .
Sunggu aku tak dapat menahan desakkan rasa yang menyesakkan nafasku . .
Semua karena tuhan tlah menyentuh keberadaanku di antara kedalaman jiwaku . . .
Karena kau pula kekasihku yang menjelma menjadi malaikat menompang kerapuhanku . .
Membawaku melintasi lautan cakrawala dan berenang di kedalaman langit . . .
Dengan selusin sayapmu kau dekap kegelisahanku . .
Mengguyurkan ketenangan di antara gersang hatiku . . .
Mengalahkan amuk kacau hatiku . .
Membuatnya menjadi sunyi di antara malam . . .

Hanya karena kekasihku . .

Yang membuat segalanya menjadi mungkin . .`
membuat yg mati menjadi hidup kembali . . .
Kau panaskan kembali birahi-birahi yang pedup di antara jiwaku . . .
Menyapa rohku dalam ikatan sang pemiliknya . .

Kau kekasihku . . .

Yang membuat segalanya menjadi keindahan di antara kristal-kristal tuhan yang melingkar di atas pelangi-pelangi tuhan . . .

Kau membuat segalanya menjadi mungkin . .

Dan ku pilihkau sebagai jiwa yang memimpin perjalanan cintaku dalam waktuku . .
Dan bersamamu aku akan mati dan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar