Rabu, 23 Februari 2011

" tentang hasrat dalam waktu "

aku adalah jari-jari yang melingkar di antara bahu-bahu malam . .
mencumbu bibir=bibir angin yang menari dalam birahi terdalam . .
sejenak ku rasakan dingin yang bermusim dalam darahku . .
menggigilkan paru-paru kehidupanku . .
yang mensucikan keberadaanku . .
di dalam keterasingan di luar ketergesaanku .

dan kemudian aku bertanya kepada jiwa yang menciptakan hasratku . .


" jika aku adalah kesengsaraan,mengapa kau ciptakan senyum-senyum yang tersungging di antara kedua ujung bibirku ? dan sementara itu tetap kau guyurkan percikan air dari mata-mata agungku dengan serpihan kristal-kristal tuhan yang memperindah alirannya ketika matahari suci memantulkan cahayanya dan membentuk warna-warna pelangi,dan mengapa tak kau hiraukan seruan lirh suaraku dari bibir-bibir yang bergetar ? dan kau bisingkan suara nada-nada dalam dada yang semakin senyap ? aku ingin kau jawab wahai sang jiwa,dan aku ingin kau jabarkan dengan kepandaianmu,karena tubuh dan rohku tak dapat membaca dan menerima bahasa serta pengertianmu. "


dan saat ini tlah mampu ku tegaskan dengan ketidakberdayaanku tentang arti waktuku yang berada di antara pemiliknya.


kemudian tlah ku temukan jawaban dari sang jiwa yang menciptakan hasratku . .


" aku menciptakan kesengsaraan di antara waktumu atas kehendaknya,karena ia tlah mengetahui apa yang tak pernah kau ketahui sang hasrat muda,dan aku tlah di poerintahkannya untuk menyuruhmu mencari yang tak terlihat,ketika penat kegelapan mendesak atmosfer dunia dalam waktumu,kemudian aku ciptakan senyum-senyum manis di antara kedua ujung bibirmu karena iialah dawai-dawai tuhan yang menjaga ketergesaan di antara kegelisahanmu,karena sesungguhnya ia mengetahui apa yang tak kau ketahui bahkan tentang hatimu sendiri,dan sementara itu tetap ku alirkan air dari mata-mata agungmu,karena kebahagiaanmu tak perlukan bendungan kesengsaraan,sebab itu,ku sembunyikan dengan senyuman ,karena sesuatu yang tak terlihat itu adalah kebahagiaan,yang akan aku suguhkan kelak padamu karena atas perintahnya,dan aku hiraukan segala doa-doamu dengan keangkuhanku,karena sesungguhnya itu adalah sandiwaraku yang hanya ingin sejenak kau rasakan romantika kehidupan di antara ceritamu,hingga tak terasa hambar kelak akan kau ceitakan kembali kepada anak dan cucumu nanti,sekarang kau mengerti tentang kesengsaraan yang bersinggah di antara waktumu ? jadikanlah dia teman dalam perjalananmu,karena sesungguhnya ialah yang memberimu arti akan waktu yang kau anggap biasa dalam detik yang semakin bergulir,sunggu terlalu picik bukan jika kau beranggapan seperti itu wahai hasrat muda "


sejenak ku rasakan ketenangan yana mengalahkan ketergesaanku.

dan aku bebaskan sesaat nafas yang mendesak paru-paruku,kemudian ku cerna semua tafsiran sang jiwa yang menjawab semua pertanyaanku.

kini ku pahami setiap bait tafsirannya,dan ku nikmati setiap makna ceritanya,dan akan ku biarkan kesengsaraan itu bersarang sementara dalam waktuku,himgga enggan ia berlama di dalam waktuku kemudian pergi dengan kehampaanya membawa semua air mataku,hingga senyum-senyum itu keluar dari tempat persembunyiannya,dan ku temukan sesuatu yang tak terlihat itu dengan mata-mata telanjangku,karena kearifan talah melingkar di antara bahu-bahu ku,dan jari-jari ini tlah terlepas dari dekapan pemiliknya,dan aku akan terbebas menari bersama jutaan roh-roh kebahagiaan di atas air ketika bumi kembali di ciptakan,takan pernah ku undang lagi kesengsaraan itu karena sesungguhnya kebahagian yang abadi adalah waktuku yang ku buang dan akan ku jaga kembali setiap detak yang bergulir itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar